Kehadiran kelabang atau lipan di dalam area hunian sering kali menimbulkan kekhawatiran dan rasa takut bagi penghuni rumah karena bentuk fisiknya yang dianggap aneh.
Meskipun secara ekologis hewan ini berperan sebagai predator alami bagi hama lain seperti semut dan kecoak, populasi kelabang yang berlebihan di dalam ruangan dapat menjadi sinyal adanya masalah pada kondisi bangunan. Langkah pertama dalam penanganan kelabang bukanlah sekadar membasminya, melainkan memahami faktor lingkungan yang menarik kehadiran mereka masuk ke dalam rumah.
Lokasi Strategis Persembunyian Kelabang di Area Rumah
Kelabang merupakan hewan arthropoda yang sangat bergantung pada lingkungan yang basah untuk bertahan hidup, sehingga mereka akan mencari titik-titik dengan tingkat kelembapan tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Area Terbuka (Outdoor): Kelabang sering ditemukan di tempat terpencil seperti di bawah tumpukan batu atau di antara bahan-bahan organik.
- Area Dalam Ruangan (Indoor): Di dalam rumah, lokasi favorit mereka meliputi kamar mandi atau ruang bawah tanah yang cenderung lembap.
"Anda akan menemukannya di tempat-tempat lembap dan terpencil seperti di bawah batu atau bahan organik seperti kompos dan serasah daun," kata asisten profesor dan ahli entomologi penyuluhan di Texas A&M AgriLife Research and Extension Center, Rafia Khan, PhD sebagaimana dikutip detikJabar dari detikProperti (baca selengkapnya di sini), Selasa (19/5/2026).
Kapan Kehadiran Kelabang Menjadi Masalah?
Melihat satu atau dua ekor kelabang di dalam rumah sebenarnya bisa menjadi tanda bahwa lingkungan rumah dalam kondisi sehat, namun frekuensi kemunculan yang tinggi patut diwaspadai.
- Sinyal Kebocoran: Kehadiran kelabang dalam jumlah banyak biasanya mengindikasikan adanya kerusakan struktur pada rumah.
"Namun, jika Anda sering melihatnya di dalam ruangan atau dalam jumlah banyak, keberadaan mereka mungkin mengindikasikan adanya kebocoran atau masalah kelembapan yang perlu diperiksa," kata rofesor madya bidang penyuluhan pengelolaan hama struktural di North Carolina State University, Chris Hayes, dikutip dari Southern Living sebagaimana diberitakan detikProperti.
Kelabang (Foto: Pixabay/Alexas_Fotos) |
4 Langkah Efektif Mengusir dan Mencegah Kelabang
Bagi penghuni rumah yang terganggu dengan keberadaan hewan ini, terdapat beberapa metode pencegahan teknis yang dapat dilakukan secara mandiri maupun bantuan profesional.
- Menutup Akses Masuk: Mengidentifikasi dan menutup celah-celah kecil di sekitar kusen jendela dan pintu menggunakan dempul (sealant) atau busa semprot untuk menghalangi jalur masuk kelabang.
- Manajemen Tanaman Pot: Menempatkan tanaman pot di tempat yang lebih tinggi di teras rumah guna mencegah penumpukan kelembapan pada permukaan lantai, serta mengecek pot sebelum dibawa masuk ke dalam ruangan.
- Audit Kondisi Bangunan: Melakukan pengecekan rutin pada area yang rawan lembap, seperti memeriksa apakah ada kayu yang mulai membusuk di sekitar kusen pintu.
- Penggunaan Jasa Profesional: Jika asal-usul kelabang sulit ditemukan dan keberadaannya sudah sangat mengganggu, disarankan untuk berkonsultasi dengan penyedia jasa pengelolaan hama profesional.
Tips Perawatan Rumah Agar Terhindar dari Hama
Menjaga rumah agar tetap kering dan bersih adalah kunci utama agar kelabang tidak betah berlama-lama di dalam ruangan.
- Memastikan Sirkulasi Udara: Ruang bawah tanah atau gudang harus memiliki ventilasi yang cukup agar tidak lembap.
- Pengecekan Kasa Jendela: Memastikan kasa dan penutup celah pintu masih dalam keadaan utuh untuk meminimalisir jalur masuk arthropoda dari luar.
Menerapkan langkah-langkah di atas, pemilik rumah dapat mengelola keberadaan kelabang secara lebih bijak tanpa harus merasa panik, sekaligus melakukan perawatan preventif terhadap potensi kerusakan bangunan akibat kelembapan berlebih.
(bbp/bbp)

