Malam mencekam mewarnai ruas jalanan Kota Bandung pada Minggu (6/9/2026) usai sebuah mobil blind van melaju ugal-ugalan dan memicu rentetan kecelakaan karambol di tiga lokasi berbeda.
Aksi kejar-kejaran dramatis yang sempat terekam kamera warga itu bermula dari perselisihan sepele di jalan raya hingga memancing kepanikan massa di sepanjang jalan.
Sopir minibus yang diteriaki tabrak lari kalap memacu kendaraannya demi menyelamatkan diri menuju kantor polisi terdekat, sebelum akhirnya terhenti tepat di depan gerbang Mako Polrestabes Bandung. Insiden ini mengakibatkan enam kendaraan rusak dan dua orang harus dilarikan ke rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 6 fakta lengkap terkait kecelakaan beruntun mobil blind van di Bandung yang dirangkum detikJabar, Senin (7/9/2026):
1. Berawal dari Cekcok di Lampu Merah Soekarno-Hatta
Insiden bermula dari teguran antara pengemudi blind van berinisial MFH (18) dengan pemotor Honda Beat berinisial DN (31) di lampu merah Jalan Soekarno-Hatta. Perselisihan tersebut berbuntut panjang saat kedua pengendara melintas di Jalan Burangrang.
"Pengemudi mobil sempat menegur pengendara motor yang memotong jalur dari sebelah kiri. Namun, saat kendaraan memasuki Jalan Burangrang, pengendara motor tersebut kembali memotong jalan sambil meneriaki pengemudi mobil dengan sebutan 'tabrak lari'," kata Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fikrie Adi Pradana dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
2. Panik Dikejar Massa, Sopir Tabrak Motor dan Honda Jazz di Burangrang
Mendengar teriakan tersebut, massa di sekitar lokasi langsung mengejar kendaraan MFH. Pengemudi yang panik dan ketakutan memacu mobilnya tanpa kendali hingga menabrak sepeda motor milik DN dan satu unit mobil Honda Jazz di kawasan Jalan Burangrang.
3. Hantam Honda Brio di Jalan Banda
Alih-alih berhenti, laju mobil MFH justru kian tak terkendali karena berupaya meloloskan diri dari kepungan warga.
Saat memasuki kawasan Jalan Banda, minibus tersebut kembali menghantam bagian depan mobil Honda Brio yang melaju dari arah berlawanan.
4. Laju Mobil Baru Terhenti di Depan Mako Polrestabes Bandung
Pelarian panjang tersebut akhirnya berhenti di Jalan Jawa usai mobil menabrak dua sepeda motor lainnya persis di depan kantor kepolisian. Sopir berdalih melarikan kendaraannya ke lokasi itu demi mencari perlindungan dari amukan warga.
"Pengemudi blind van ini sebenarnya berusaha mencari kantor kepolisian terdekat karena merasa terancam dan panik. Ia mengarah ke Polrestabes Bandung di Jalan Jawa," ungkap Fikrie.
5. Dua Orang Mengalami Luka dan Dilarikan ke RS Bungsu
Meski insiden tabrakan beruntun ini melibatkan banyak kendaraan dan menimbulkan kepanikan besar di jalanan, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Korban luka-luka atas nama Riza Mahesa Kusuma dan Wanda Ameliya sudah dievakuasi ke RS Bungsu untuk mendapatkan perawatan medis," jelas Fikrie.
6. Enam Kendaraan Rusak dan Polisi Gelar Olah TKP
Rentetan tubrukan di tiga titik itu merusak enam kendaraan, mulai dari kerusakan pada bodi, bemper, hingga kaca pecah. Pihak Satlantas Polrestabes Bandung masih mendalami perkara ini guna memproses hukum rentetan insiden kecelakaan tersebut.
"Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung masih melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami penyebab pasti dan memproses hukum rangkaian kecelakaan tersebut," pungkas Fikrie.
(sya/iqk)
