Pemerintah Kabupaten Cianjur 'merumahkan' sementara para siswa di tengah turunnya abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun para siswa tetap mengikuti pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Bupati Cianjur dr Muhammad Wahyu mengatakan abu vulkanik masih terjadi di Cianjur, sehingga aktivitas luar rumah dapat berisiko untuk kesehatan.
Oleh karena itu, Pemkab mengeluarkan kebijakan untuk sekolah tidak menggelar pembelajaran luring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi silakan tidak tatap muka. Dalam beberapa hari ini dilakukan secara jarak jauh atau daring," ujar dia, Senin (7/9/2026).
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli, mengatakan terkait PJJ selama terjadinya abu vulkanik, sudah diperkuat dengan keluarnya Surat Edaran.
"Surat edaran sudah dikeluarkan. Untuk SD dan SMP belajar secara daring. Untuk SMA/SMK nanti kebijakannya oleh Pemprov," kata dia.
Baca juga: Penerbangan di Kota Bandung Masih Lumpuh |
Menurut dia, berdasarkan SE tersebut pembelajaran daring dilaksanakan selama dua hari, jika berdasarkan hasil evaluasi kondisi membaik pembelajaran kembali dilakukan secara tatap muka.
"Di SE disebutkan PJJ-nya selama dua hari. Kemudian dikaji dan evaluasi. Kalau memungkinkan untuk tatap muka, maka siswa nanti belajar lagi di kelas," kata dia.
Dia menambahkan, untuk mengantisipasi siswa yang berkeliaran ke cafe atau tempat lainnya saat jam pelajaran, pihaknya menerapkan absensi hingga pemantauan langsung.
"Kami sudah minta bantuan dari setiap Forkopimcam, untuk dilakukan pemantauan. Jangan sampai ada siswa yang keluyuran di jam sekolah. Jadi meskipun PJJ, mereka harus berada di rumah dan mengikuti setiap pelajaran," pungkasnya.
(yum/yum)
