Waspada Abu Vulkanik, Pelajar Sukabumi Wajib Pakai Masker

Waspada Abu Vulkanik, Pelajar Sukabumi Wajib Pakai Masker

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Minggu, 06 Sep 2026 21:10 WIB
Masuki tahun ajaran baru 2020/2021, SMPN 2 Brebes jadi sekolah percontohan KBM tatap muka di sekolah. Siswa dan guru diwajibkan pakai masker saat beraktivitas.
Ilustrasi (Foto: Imam Suripto)
Sukabumi -

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, meminta seluruh satuan pendidikan di wilayahnya meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik di sejumlah daerah di Kabupaten Sukabumi.

Pihak sekolah diminta memprioritaskan keselamatan siswa dan tenaga pendidik dengan menerapkan protokol mitigasi secara ketat. "Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas gunung berapi yang berdampak pada timbulnya abu vulkanik di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi, kami meminta seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memprioritaskan kesehatan dan keselamatan seluruh murid, pendidik, dan tenaga kependidikan," ujar Deden Sumpena dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/9/2026).

Deden menerangkan, salah satu langkah proteksi utama yang harus dipatuhi adalah kewajiban memakai masker bagi murid, khususnya saat berada di luar ruangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seluruh murid dianjurkan untuk menggunakan masker saat melakukan perjalanan dari dan menuju sekolah, serta selama berada di luar ruang kelas. Penggunaan masker dapat dilepas saat berada di dalam ruang kelas, dengan tetap menjaga sirkulasi udara yang baik dan memelihara kebersihan lingkungan kelas. Namun, murid wajib kembali menggunakan masker saat keluar dari ruang kelas, termasuk saat menuju lapangan, toilet, kantin, maupun area terbuka lainnya," jelas Deden.

ADVERTISEMENT

Selain mewajibkan penggunaan masker, Deden juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk menghentikan sementara aktivitas olahraga dan ekstrakurikuler luar ruangan guna menghindari paparan partikel debu tajam.

"Pihak sekolah diminta membatasi dan menunda seluruh kegiatan ekstrakurikuler berbasis kinestetik di luar ruangan, seperti sepak bola, bola basket, bola voli, futsal, bela diri, dan kegiatan sejenisnya hingga kondisi kualitas udara membaik," tegasnya.

Deden juga meminta keterlibatan orang tua untuk membekali anak-anak mereka dengan perlengkapan kebersihan dan masker tambahan. Para guru serta tenaga kependidikan pun dituntut memberi teladan langsung dalam menerapkan panduan keselamatan ini.

"Kepala sekolah agar mengimbau orang tua atau wali murid untuk membawakan masker cadangan bagi putra-putrinya serta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun setelah beraktivitas. Guru dan tenaga kependidikan juga wajib memberikan teladan terbaik dalam pelaksanaan imbauan dan panduan mitigasi ini," tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi bila kondisi udara terus memburuk, Deden menegaskan opsi belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) disiapkan untuk melindungi kesehatan warga sekolah.

"Apabila kondisi abu vulkanik semakin meningkat dan berdasarkan hasil pemantauan dinilai dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan, maka kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat dilaksanakan secara daring atau menyesuaikan melalui kegiatan belajar dari rumah (BDR). Hal ini tentunya dengan tetap memperhatikan arahan pemerintah daerah dan instansi berwenang serta kondisi masing-masing wilayah," pungkas Deden.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads