Cara Jitu Berhenti Makan Tepung dan Gorengan Tanpa 'Menyiksa Diri'

Cara Jitu Berhenti Makan Tepung dan Gorengan Tanpa 'Menyiksa Diri'

Sarah Oktaviani Alam - detikJabar
Senin, 07 Sep 2026 05:00 WIB
pisang goreng
Ilustrasi gorengan (Foto: Ari Saputra)
Bandung -

Mengurangi bahkan berhenti mengonsumsi gorengan dan olahan tepung sejatinya merupakan langkah awal yang baik untuk kesehatan. Namun, konsistensi kerap menjadi tantangan terbesarnya.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menekankan bahwa kunci utama untuk lepas dari kebiasaan ini adalah tidak memotong asupannya secara drastis. Metode ekstrem justru kerap memicu efek bumerang.

"Kalau tiba-tiba nggak makan gorengan sama tepung secara dadakan, itu biasanya susah. Paling cuma bertahan 2 sampai 3 hari," ujar dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dr Yaze, penghentian secara mendadak hanya akan memicu fase kecanduan (craving) yang hebat. Tubuh dan pikiran akan terus-menerus terbayang kelezatan makanan bertepung dan digoreng, sehingga berisiko memicu aksi 'balas dendam' makan berlebihan di kemudian hari.

Oleh karena itu, strategi paling aman dan tidak membuat diri terasa 'tersiksa' adalah dengan mengontrol frekuensi serta porsinya secara bertahap.

ADVERTISEMENT

"Kalau biasanya hampir setiap hari, frekuensinya dikurangin lagi. Misalnya jadi seminggu 2 atau 3 kali dulu," jelasnya.

Selain frekuensi mingguan, takaran harian juga perlu dipangkas perlahan agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik.

  • Penyesuaian porsi: Jika biasanya mengonsumsi 5 buah gorengan dalam sehari, mulailah membatasinya menjadi 2 buah saja per hari.
  • Proses bertahap: Mengurangi porsi dan frekuensi secara konsisten jauh lebih efektif membentuk kebiasaan jangka panjang dibanding berhenti total secara mendadak.
  • Pahami sinyal tubuh: Belajar mendengarkan kebutuhan nutrisi tubuh tanpa menganiaya diri sendiri dengan diet yang terlalu ketat.

"Intinya kita juga harus belajar memahami tubuh. Jadi pelan-pelan nguranginnya, bukan tiba-tiba langsung 'disiksa' untuk enggak makan gorengan atau tepung. Kurangi porsi dan frekuensinya secara bertahap," pungkas dr Yaze.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini.

(sao/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads