Abu Vulkanik Diduga Sampai Bogor, Warga Karadenan Keluhkan Mata Perih

Abu Vulkanik Diduga Sampai Bogor, Warga Karadenan Keluhkan Mata Perih

Andry Haryanto - detikJabar
Minggu, 06 Sep 2026 06:58 WIB
Abu vulkanik Gunung Krakatau di Cibinong, Kabupaten Bogor
Abu vulkanik Gunung Krakatau di Cibinong, Kabupaten Bogor (Foto: Istimewa)
Bogor -

Material menyerupai abu vulkanik ditemukan warga di wilayah Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (6/9/2026) pagi. Debu halus tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat malam.

Nurhayat, warga Karadenan, mengatakan mulai merasakan gejala tidak biasa sejak Sabtu (5/9/2026) malam. Matanya tiba-tiba terasa perih. Saat itu ia belum mengetahui penyebabnya.

"Dari semalam tiba-tiba kok mata perih. Teras lantai berasa kayak ada debu," kata Nurhayat, Minggu pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberadaan material halus itu semakin terlihat ketika lantai teras rumah dibersihkan. Menurut Nurhayat, debu yang terkumpul cukup tebal. Lapisan serupa juga ditemukan menempel pada kendaraan yang terparkir di luar rumah.

"Pas disapu beneran debu dan tebal. Jok motor pas dicolek juga berdebu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Belum diketahui secara pasti apakah debu yang ditemukan di Karadenan merupakan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Hingga Minggu pagi, belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait mengenai sebaran abu vulkanik yang mencapai wilayah Kabupaten Bogor.

Namun, temuan warga itu terjadi bersamaan dengan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh dan fenomena yang menyerupai lava fountain atau air mancur lava. Status gunung masih berada pada Level III atau Siaga.

Dampak erupsi sebelumnya telah dilaporkan di sejumlah daerah di Banten. Hujan abu vulkanik antara lain terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Serang. Warga di wilayah tersebut juga mengeluhkan mata perih akibat material yang terbawa dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Badan Geologi juga mencatat dentuman dan getaran yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Anak Krakatau yang terjadi pada waktu bersamaan. Gelombang suara dari aktivitas vulkanik tersebut disebut dapat merambat jauh melalui atmosfer.

Aktivitas Anak Krakatau masih berlanjut hingga Minggu dini hari. Gunung tersebut kembali mengalami erupsi pada pukul 03.53 WIB. Masyarakat tetap diminta tidak memasuki wilayah dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung serta mewaspadai potensi hujan abu.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads