TNI Angkatan Darat melanjutkan proses pembersihan Situ Bagendit. Meskipun terkendala, pembersihan akan dilanjutkan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar.
Progres pembersihan Situ Bagendit yang berlokasi di Kecamatan Banyuresmi, Garut ini kembali ditinjau oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak, pada Jumat, (4/9/2026) siang.
Maruli datang langsung meninjau Situ Bagendit, bersama jajaran Forkopimda Garut dipimpin Bupati Garut Syakur Amin, Kapolres AKBP Niko N Adi Putra, Dandim Letkol Fahrisal E Sinaga dan Kajari Ayu Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melakukan pemantauan, kepada wartawan Maruli mengaku proses pembersihan Situ Bagendit menemui kendala.
"Ini memang sedang kita kerjakan, memang tidak mudah. Kemarin sempat bersih, sekarang tumbuh lagi," ucap Maruli.
"Jadi terjadi pendangkalan, sehingga akhirnya muncul kembali dengan cepat. Tapi akan kami diskusikan solusinya, sehingga nanti ketika musim penghujan bisa digarap kembali," kata Maruli menambahkan.
Upaya pembersihan Situ Bagendit oleh personel TNI AD dilakukan sejak pertengahan tahun 2025 lalu. Dari total 87 hektare lahan di Situ Bagendit, 56 hektare di antaranya tertutup gulma atau tanaman liar, seperti eceng gondok dan teratai.
Banyaknya tumbuhan liar ini, menjadi ancaman utama terhadap eksistensi Situ Bagendit sebagai tempat pariwisata legendaris sekaligus pusat perekonomian warga setempat. Sebab, gulma menutup danau, yang menjadi daya tarik utama di Situ Bagendit.
Banyaknya gulma di danau Situ Bagendit, diyakini menjadi salah satu biang kerok sepinya Situ Bagendit saat ini. Banyak wisatawan yang mengeluhkan kondisi tersebut.
Hal itulah, kata Maruli, yang mendorong pihaknya untuk ikut ambil bagian melakukan pembersihan Situ Bagendit. Harapannya, agar roda perekonomian warga kembali berputar.
"Tahun lalu bahkan banyak (lapak pedagang) yang mau tutup karena sepi. Setelah dibersihkan, bisa tumbuh kembali gairah perekonomiannya," pungkas Maruli.
Selain meninjau proses pembersihan Situ Bagendit, di Garut, Jenderal Maruli juga meninjau operasionalisasi PLTMH atau Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro di Kecamatan Cisewu.
(sud/sud)
