Antisipasi Banjir, 20 Bangli di Bojongsoang Ditertibkan

Antisipasi Banjir, 20 Bangli di Bojongsoang Ditertibkan

Yuga Hasani - detikJabar
Kamis, 03 Sep 2026 15:53 WIB
Pembongkaran bangunan liar di Kabupaten Bandung.
Pembongkaran bangunan liar di Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hasani/detikJabar).
Kabupten Bandung -

Pemerintah melakukan penertiban sejumlah bangunan liar (bangli) di Jalan Raya Bojongsoang, Kampung Cijagra, Kabupaten Bandung. Penertiban dilakukan dalam rangka antisipasi banjir dan penataan kawasan untuk perbaikan drainase hingga pelebaran jalan.

Penertiban dan pembongkaran bangli dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka penanganan masalah banjir di kawasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Camat Bojongsoang Kankan Taufik Barnawan mengatakan aksi tersebut dilakukan setelah adanya aspirasi dari masyarakat yang kerap terdampak banjir. Kemudian, dari hasil aspirasi masyarakat tersebut, diputuskan untuk dilakukan perbaikan drainase dan pelebaran jalan.

"Nah, setelah ada seperti itu, masyarakat yang menginginkan adanya penguraian banjir segala macam, pada saat hari ini ada pelaksanaan, nah ada terkendala dengan adanya bangunan-bangunan liar," ujar Kankan saat ditemui, Kamis (3/9/2026).

ADVERTISEMENT

Kankan menyebutkan upaya tersebut telah dilakukan sejak November 2025 lalu. Salah satu langkahnya adalah memberikan surat peringatan kepada warga pemilik bangli tersebut.

"Karena di Bojongsoang ini ada pekerjaan fisiknya (perbaikan drainase dan pelebaran jalan), maka ya kita pun melalui pendekatan yang persuasif," katanya.

Ia menjelaskan, setelah pemberian surat peringatan, terdapat beberapa warga yang membongkar secara mandiri dan sebagian lainnya merelakan bangunannya dibongkar petugas. Alhasil, proses penertiban berlangsung aman dan kondusif.

"Alhamdulillah sebagian warganya membongkar sendiri dan sebagian juga ya merelakan untuk dibongkar oleh kita. Sehingga pada hari kemarin, ya kita eksekusi gitu ya. Kita melaksanakan eksekusi pembongkaran terhadap bangunan-bangunan liar tersebut," jelasnya.

Menurutnya, puluhan unit bangunan liar ditertibkan secara langsung oleh petugas gabungan. Di antaranya Satpol PP Kabupaten Bandung, pihak kecamatan, dan Dinas Bina Marga Provinsi Jabar.

"Total bangunan yang dibongkar itu kemarin ada 20 unit ya, 20 unit. Dan alhamdulillah ya, semuanya berjalan lancar lah," ucapnya.

Kankan mengungkapkan bangunan liar tersebut telah berdiri sejak 10 tahun lalu. Oleh karena itu, upaya penegakan dan penertiban tersebut dilakukan melalui proses yang panjang.

"Ya kan kita tidak pernah mau menutup tempat-tempat atau usaha-usaha yang sesuai di tempatnya. Tetapi kalau bukan tempatnya, ya itu risiko gitu kan, risiko dan mereka paham gitu lah terkait risiko itu. Sehingga ya bagaimana lagi, kan mereka juga tidak bisa mengelak ya. Toh ini kan demi kepentingan yang lebih banyak ya. Toh jelas existing drainasenya ada kok," bebernya.

Dalam penertiban dan pembongkaran tersebut, sejumlah warga yang memiliki bangunan liar kerap mempertanyakan kompensasi. Dia menegaskan tidak ada kompensasi bagi bangunan liar yang melanggar aturan.

"Menurut saya jangan dijadikan sebuah kewajiban, ya. Tapi harus kita sadari bahwa itu memang melanggar dan itulah risikonya ketika berusaha di tempat yang bukan tempatnya, gitu. Pasti suatu saat bakal ditertibkan," kata Kankan.

"Ke depannya ketika sudah tertib, sudah rapi, saya inginkan tidak ada lagi warga yang berniat untuk berusaha di situ. Jangan lagi ada niat untuk berusaha di yang bukan tempatnya, gitu. Nah, nanti pun kita akan awasi karena ya menertibkan itu kan lebih sulit," tambahnya.

Dia menambahkan, aksi penertiban tidak hanya dilakukan di wilayah Kampung Cijagra. Menurutnya, semua bangunan liar yang berada di jalur provinsi di wilayah Kecamatan Bojongsoang akan turut ditertibkan.

"Saya imbau untuk mulai menertibkan diri dari sekarang gitu. Kalau misalkan dia merasa mengambil drainase ataupun trotoar yang ada, ya sebaiknya dari hari ini mulai berbenah. Karena saya yakin kan pembangunan itu berkelanjutan, ya. Pembangunan itu berkelanjutan sehingga ya termasuk bukan hanya Bojongsoang, Baleendah sampai ke Ciparay, bahkan ke Majalaya pun ya jalur provinsi saya rasa harus mulai berbenah," ucap Kankan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penampakan Hajatan Meriah di Tengah Banjir Dayeuhkolot Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads