Bupati Jeje Cari Solusi Siswa Naik Rakit Seberangi Waduk Saguling

Bupati Jeje Cari Solusi Siswa Naik Rakit Seberangi Waduk Saguling

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 01 Sep 2026 19:51 WIB
Bupati Jeje naik rakit yang dipakai siswa Cililin ke sekolah
Bupati Jeje naik rakit yang dipakai siswa Cililin ke sekolah (Foto: istimewa)
Bandung Barat -

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bergerak cepat merespon kabar soal belasan siswa SD di Kampung Sadang, Desa Budiharja, Kecamatan Cililin, ke sekolah naik rakit seberangi perairan Waduk Saguling.

Diawali dengan kedatangan langsung Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail ke dermaga tempat rakit dan perahu mengantar siswa. Ia kemudian menjajal perjalanan yang biasa ditempuh bocah-bocah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelahnya, Bupati Jeje bersama jajaran membandingkan waktu tempuh menyeberangi sungai dengan waktu tempuh menggunakan jalur darat. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi dan kajian untuk menentukan solusi yang paling tepat.

"Ya hari ini kita mengecek langsung kondisi akses di Cililin, yang biasa dipakai anak-anak SD di Kampung Sadang ini menuju ke sekolahnya. Dari informasi yang kita dapat, ini sudah terjadi sejak tahun 90-an," kata Bupati Jeje saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).

ADVERTISEMENT

Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat juga telah melakukan kajian teknis. Berdasarkan kajian sementara, bentang jembatan yang dibutuhkan untuk menyambungkan dua kampung itu sekitar 280 meter. Berdasarkan perkiraan awal, pembangunan jembatan gantung tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Salah satu alternatif yang memungkinkan adalah pembangunan jembatan apung. Namun, opsi tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga masih diperlukan kajian lebih lanjut, baik dari sisi teknis maupun pembiayaan.

Di sisi lain, Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan opsi penanganan jangka pendek berupa transportasi mobil antarjemput bagi sekitar 16 siswa yang selama ini menggunakan rakit untuk berangkat dan pulang sekolah.

"Semua opsi kita kaji. Untuk jangka panjang kita melihat kemungkinan pembangunan akses yang lebih permanen, sementara untuk langkah cepat kita siapkan alternatif transportasi bagi anak-anak," ujar Jeje.

Hasil kajian teknis dan sejumlah alternatif penanganan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memastikan persoalan ini akan ditindaklanjuti secara konkret.

"Keselamatan dan kemudahan anak-anak dalam menempuh pendidikan menjadi prioritas utama, dengan tetap mempertimbangkan solusi yang paling memungkinkan untuk segera diwujudkan," tutur Jeje.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads