Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang Kabupaten Cianjur, Selasa (1/9/2026) petang. BPBD menerjunkan tim untuk memeriksa dampak gempa dangkal yang diduga disebabkan aktivitas Sesar Cisokan.
Berdasarkan data dari BMKG, gempa yang terjadi pada pukul 17.53 WIB itu berpusat di koordinat 6.91 LS dan 107.10 BT atau berlokasi di darat pada jarak 10 kilometer Barat Daya Kabupaten Cianjur pada kedalaman 4 kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gempa yang terjadi selama lebih kurang 5 detik itu tidak hanya dirasakan di Kabupaten Cianjur, tetapi juga Sukabumi, Bandung, hingga Jakarta.
Beni Ramadan (36), mengatakan gempa tersebut awalnya terasa seperti kursinyang bergoyang. Tetapi lama-kelamaan guncangannya semakin kencang.
"Begitu semakin kencang, yang dari dalam ruangan langsung berhamburan keluar. Khawatir bangunan rusak dan menimpa," kata dia, Selasa (1/9/2026).
Pemerhati Gempa dan Tsunami Daryono, mengatakan gempa dangkal yang mengguncang Cianjur disebabkan aktivitas Sesar Cisokan yang merupakan bagian dari segmen aktif Sesar Cimandiri.
"Titik gempanya berada di ujung barat Segmen Sesar Cisokan. Bagian dari Jalur Sesar Cimandiri," ucap dia.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Iwan Karyadi, mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim untuk memeriksa dampak dari gempa berkekuatan magnitudo 4,3.
"Tim sedang ke lapangan, memastikan apakah ada rumah rusak atau dampak lain dari gempa yang berpusat di Cibeber tersebut," pungkasnya.
(sud/sud)
