Rasa takut dan trauma mendalam akhirnya ditumpahkan Kepala Sekolah SDN 2 Sukaraja, Siti Jualaeha, langsung di hadapan Bupati Sukabumi Asep Japar. Siti membeberkan aksi teror dan pemalakan berulang yang dilakukan oknum wartawan berinisial AG terhadap pihak sekolah.
Di hadapan Bupati yang didampingi jajaran Dinas Pendidikan dan PGRI, Siti menceritakan bagaimana suasana belajar mengajar seketika berubah mencekam setiap kali pelaku menyambangi sekolah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tuh kalau datang dia ke sekolah, kami ketakutan karena sering mengamuk dan mengancam. Meminta jatah bulanan dengan berbagai alasan. Karena jika tidak dikasih pasti mengamuk," ungkap Siti dengan nada getir, Selasa (1/9/2026).
Kelakuan oknum tersebut kian meresahkan. Siti mengungkapkan, AG kerap menyambangi sekolah bersama istrinya, bahkan tak jarang datang dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras alias mabuk.
Umpatan kasar hingga makian nama binatang tak jarang terlontar dari mulut pelaku saat permintaannya ditolak pihak sekolah. Akibatnya, para tenaga pengajar dihantui rasa waswas berkepanjangan.
"AG juga sering mengamuk mengeluarkan kata-kata binatang. Kami pihak sekolah merasa terintimidasi oleh AG selama ini. Kami ketakutan Bapak, bahkan para guru trauma kalau ada AG," keluh Siti.
Tak tahan terus-menerus menjadi korban intimidasi, pihak sekolah akhirnya memberanikan diri merekam aksi arogan AG sebagai barang bukti.
Mendengar langsung curhatan pilu sang kepala sekolah, Bupati yang akrab disapa Asjap itu langsung bereaksi keras. Ia mengecam segala bentuk intimidasi di lingkungan pendidikan yang dinilainya merusak psikologis anak-anak sekaligus mencoreng nama baik profesi jurnalis.
"Saya mengecam kekerasan di dunia pendidikan karena akan mengganggu psikis anak-anak. Saya juga meminta ibu tetap sabar, biarkan proses ini menjadi ranah hukum. Soalnya bukan hanya mengganggu pendidikan, tapi akan mengganggu tugas jurnalistik atau media yang betul-betul menjalankan profesinya," tegas Asjap.
Selain memberikan dukungan moril kepada para guru, Asep Japar memerintahkan jajaran Dinas Pendidikan untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan aparat penegak hukum guna memastikan kasus serupa tidak kembali berulang.
Simak Video "Video: Trauma Healing Polri, Siswa ST Yosefa Labuan Bajo Diajak Main Anjing K9"
[Gambas:Video 20detik] (sya/mso)
