Rumah sudah dibersihkan, tetapi tiba-tiba muncul sarang laba-laba di sudut plafon, belakang lemari, atau teras. Bagi sebagian penghuni rumah, pemandangan seperti ini tentu cukup mengganggu.
Selain membuat rumah terlihat kotor dan kurang terawat, keberadaan sarang biasanya menandakan ada laba-laba yang sedang mencari tempat untuk berlindung dan mendapatkan makanan.
Baca juga: 4 Hal Cegah Laba-laba Tak Bersarang di Rumah |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba-laba tidak selalu muncul begitu saja. Kondisi lingkungan di sekitar rumah bisa menjadi salah satu alasan hewan tersebut datang. Halaman yang dipenuhi sampah, semak yang terlalu rimbun, hingga banyaknya serangga dapat membuat rumah menjadi tempat yang menarik bagi laba-laba.
Kabar baiknya, sebagaimana dilansir dari detikProperti, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membuat rumah tidak terlalu menarik bagi laba-laba.
1. Rajin Singkirkan Sarang Laba-laba
Langkah paling sederhana adalah tidak membiarkan sarang laba-laba bertahan terlalu lama.
Jika menemukan sarang di sudut rumah, segera bersihkan menggunakan sapu. Untuk bagian yang sulit dijangkau, penyedot debu atau vacuum cleaner dapat digunakan.
Jangan hanya membersihkan bagian yang terlihat. Periksa pula sudut-sudut plafon, belakang furnitur, area sekitar pintu dan jendela, serta tempat-tempat yang jarang tersentuh saat membersihkan rumah.
Laba-laba dapat membangun kembali sarangnya dengan cepat. Karena itu, pembersihan sebaiknya dilakukan secara rutin, misalnya setiap satu atau dua minggu.
2. Jangan Biarkan Halaman Berantakan
Laba-laba juga bisa betah di sekitar rumah karena menemukan tempat persembunyian sekaligus sumber makanan.
Tumpukan daun, ranting, potongan rumput, mulsa, dan sampah halaman dapat menciptakan lingkungan yang lembap dan hangat. Kondisi tersebut disukai laba-laba, terlebih jika di dalamnya terdapat banyak serangga kecil yang bisa menjadi mangsa.
Karena itu, jangan biarkan sampah halaman menumpuk.
Barang-barang yang jarang digunakan di luar rumah juga perlu diperhatikan. Ember, pot tanaman, hingga furnitur luar ruangan dapat menjadi tempat persembunyian.
Bersihkan secara berkala dan, jika memungkinkan, simpan barang-barang yang sudah tidak digunakan.
3. Pilih Tanaman yang Tidak Disukai Laba-laba
Tanaman juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi keberadaan laba-laba di sekitar rumah.
Beberapa tanaman dengan aroma kuat, seperti basil, mint, rosemary, lavender, dill, kucai, marigold, krisan, dan citronella, dapat ditempatkan di sekitar teras atau area yang sering ditemukan sarang.
Selain membuat halaman lebih berwarna dan harum, tanaman tersebut juga dapat membantu menjauhkan sejumlah serangga yang menjadi makanan laba-laba.
Tanaman bisa ditanam langsung di petak bunga atau ditempatkan dalam pot. Letakkan di area yang menjadi titik masuk atau tempat laba-laba sering membuat sarang.
4. Pangkas Pohon dan Semak
Tanaman yang terlalu dekat dengan rumah ternyata juga dapat menjadi jalan bagi laba-laba untuk masuk.
Cabang pohon atau semak yang menyentuh dinding dan fondasi rumah bisa menjadi semacam jembatan. Dari sana, laba-laba dapat bergerak menuju jendela, ventilasi, celah, atau retakan pada bangunan.
Semak yang terlalu rimbun juga menjadi tempat yang nyaman bagi laba-laba untuk bersembunyi dan mencari makanan.
Karena itu, pangkas pohon, semak, dan tanaman agar berjarak sekitar 12-18 inci dari rumah. Area di sekitar fondasi juga sebaiknya tidak dibiarkan dipenuhi dedaunan, mulsa, atau puing-puing.
Jangan lupa membersihkan sarang yang berada di sekitar pintu dan jendela. Sapu atau selang taman dapat digunakan untuk membersihkannya.
Pada akhirnya, mengusir laba-laba bukan hanya soal membuang sarangnya setiap kali terlihat. Lingkungan di sekitar rumah juga perlu dibuat kurang menarik bagi hewan tersebut.
Halaman yang bersih, tanaman yang terawat, serta celah dan sudut rumah yang rutin diperiksa dapat membantu mengurangi kemungkinan laba-laba menjadikan rumah sebagai tempat tinggal.
Jadi, kalau sarang laba-laba mulai sering muncul, mungkin sudah waktunya bukan hanya membersihkan rumah, tetapi juga melihat kembali kondisi halaman dan lingkungan di sekitarnya.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti, selengkapnya di sini
