Kota Bandung Defisit Rp 180 Miliar Jelang APBD Perubahan

Kota Bandung Defisit Rp 180 Miliar Jelang APBD Perubahan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Minggu, 30 Agu 2026 12:30 WIB
Plaza Balai Kota Bandung
Plaza Balai Kota Bandung (Foto: Rifat Alhamidi)
Bandung -

Pemkot Bandung harus memutar otak untuk mengelola anggaran. Pasalnya, menjelang pengesahan APBD Perubahan 2026, Kota Bandung tercatat mengalami defisit hingga mencapai Rp 180 miliar.

Sebagai informasi, Pemkot Bandung awalnya mengalami defisit anggaran senilai Rp 300 miliar. Kondisi ini dipicu oleh berkurangnya APBD Kota Bandung sebesar Rp 600 miliar sebagai imbas dari pemangkasan dana transfer daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pos belanja pada APBD 2026 pun akhirnya harus dipangkas besar-besaran hingga Rp 300 miliar. Akibatnya, pada awal tahun tersebut, Kota Bandung tercatat mengalami defisit dengan nilai yang sama.

Namun seiring berjalannya waktu, Pemkot Bandung masih belum mampu menutupi defisit anggaran tersebut. Pada APBD Perubahan 2026, pemerintah kota diproyeksikan bakal mengalami defisit sebesar Rp 180 miliar.

ADVERTISEMENT

"Anggaran perubahan secara rancangannya sudah dibahas, tapi tidak sesuai dengan harapan karena masih kurang sekitar Rp180 miliar lagi," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat dikutip pada Minggu (30/8/2026).

Imbasnya, kata Farhan, sejumlah pos anggaran terpaksa harus dipangkas, mulai dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) hingga Dinas Perhubungan (Dishub).

"DSDABM dan Dishub ini kita lagi dorong ke APBN, supaya dari kementerian ada yang turun. Pengadaan yang terpaksa ditunda paling kendaraan listrik untuk penyapu jalan. Itu akan kita ajukan untuk APBN 2027 ke Kementerian Lingkungan Hidup," ucap Farhan.

Sementara itu, Farhan menyebut Dana Bagi Hasil (DBH) dari Kementerian Keuangan juga belum sesuai harapan. Dari target sebesar Rp 91 miliar, Pemkot Bandung baru menerima kucuran dana senilai Rp 9 miliar.

"DBH kan cuma cair Rp9 miliar dari target Rp91 miliar. Senin depan tanggal 31 rencananya KUA-PPAS mau diketok," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads