Semangat Natasha Raih Gelar Sarjana di ITB dari Atas Kursi Roda

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Jumat, 28 Agu 2026 19:01 WIB
Natasha Shayla Afifah Djuharman (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar).
Bandung -

Empat tahun menjalani perkuliahan di Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi perjalanan yang tak terlupakan bagi Natasha Shayla Afifah Djuharman.

Wisudawati Program Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB angkatan 2022 itu menuntaskan studinya dengan segala tantangan yang menyertai kondisi fisiknya.

Natasha merupakan pengguna kursi roda sejak awal menjalani perkuliahan karena kondisi kesehatan degeneratif pada otot. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya mengurungkan niat untuk menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.Semangat Natasha, Wisudawati ITB yang Kuliah 4 Tahun dengan Kursi Roda

Sebaliknya, selama menjalani kuliah, Natasha justru banyak menemukan dukungan dari teman-teman maupun dosen.

Dukungan itu membuatnya tetap dapat mengikuti berbagai kegiatan perkuliahan, termasuk kegiatan lapangan yang menjadi bagian dari pendidikan Teknik Sipil.

"Selama kuliah, alhamdulillah ketemu banyak teman-teman yang sangat baik dan suka membantu. Saat kuliah lapangan pun awalnya ragu untuk ikut, tapi teman-teman selalu mendukung. Jadi tetap bisa mengikuti kegiatan-kegiatan kampus," ujar Natasha saat ditemui selepas sesi wisuda ITB di Sasana Budaya Ganesha Bandung, Jumat (28/8/2026).

Meski demikian, hal tersebut bukan tanpa hambatan. Memasuki perkuliahan di jurusan Teknik Sipil, tantangan aksesibilitas masih ditemuinya.

Salah satunya adalah akses menuju ruang kelas yang pada awalnya belum seluruhnya dilengkapi jalur yang ramah bagi pengguna kursi roda. Namun, seiring waktu, kampus menyediakan akses yang lebih mendukung.

"Kalau untuk kegiatan perkuliahan sih sejauh ini aman. Mungkin awalnya memang akses ke kelas belum ada ramp, tapi sekarang sudah disediakan juga dari kampus. Jadi sudah oke," katanya.

Tantangan lain muncul ketika mahasiswa Teknik Sipil harus mengikuti kegiatan lapangan. Kondisi fasilitas di lokasi tujuan yang belum tentu aksesibel membuat Natasha harus menyesuaikan diri.

Namun, ia tetap berusaha mengikuti kegiatan tersebut semaksimal mungkin dengan bantuan teman-temannya.

"Kalau untuk kuliah lapangan memang agak susah karena di perusahaan-perusahaan tujuannya kadang belum aksesibel. Jadi ya diusahakan semaksimal mungkin," ungkapnya.

"Misalnya saat berangkat, saya pakai kendaraan pribadi yang memang sudah aman," lanjutnya.

Simak Video "Video: Ada 'Paus Raksasa' Terdampar di Pasar Seni ITB"


(mso/mso)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork