Ribuan Wisudawan ITB Didorong Berkontribusi Nyata bagi Masyarakat

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Jumat, 28 Agu 2026 15:00 WIB
Wisuda ITB 2026 (Foto: istimewa)
Bandung -

Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi melepas 2.874 wisudawan dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor. Prosesi ini berlangsung dalam Sidang Terbuka Wisuda Ketiga Tahun Akademik 2025/2026 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung, pada Kamis-Jumat (27-28/8/2026).

Total lulusan pada periode ini terdiri dari 2.068 orang Program Sarjana, 746 orang Program Magister, dan 60 orang Program Doktor.

Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menjelaskan bahwa wisuda tahun ini tampil beda dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional untuk memotivasi para alumni baru.

"Alhamdulillah sudah berlangsung tiga sesi wisuda dan semua berjalan lancar. Di tahun ini kita undang tokoh-tokoh alumni maupun tokoh nasional untuk memberikan motivasi dan inspirasi," ungkap Tata selepas prosesi wisuda, Jumat (28/8/2026).

Tokoh yang hadir memberikan inspirasi antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta Pangkogabwilhan I Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo.

Dalam pesannya, Rektor menekankan agar lulusan tidak sekadar melihat ijazah sebagai dokumen formal, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk masyarakat.

"Ijazah bukan selembar kertas, tapi itu tugas dan amanah. Yang kita dapatkan ini adalah privilege dan kita harus baktikan kembali, membawa manfaat untuk masyarakat," tegasnya.

Ia menambahkan, ITB konsisten menanamkan nilai kepeloporan dan pengabdian yang harus terus dijaga di luar lingkungan akademik. "Kita selalu berusaha menanamkan nilai-nilai ITB pada setiap lulusannya, seperti nilai kepeloporan dan pengabdian," ujarnya.

Dari sisi prestasi, sebanyak 118 wisudawan sarjana meraih predikat Summa Cum Laude, 207 Magna Cum Laude, dan 547 Cum Laude. Di jenjang Magister, tercatat 171 lulusan Summa Cum Laude, 95 Magna Cum Laude, dan 111 Cum Laude. Sementara pada jenjang Doktor, 16 lulusan meraih Summa Cum Laude, lima Magna Cum Laude, dan 19 Cum Laude.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano, menyebutkan bahwa kurikulum ITB kini lebih adaptif terhadap persoalan riil. Mahasiswa sarjana diarahkan agar lebih fleksibel menghadapi dinamika dunia kerja yang cepat.

"Setiap jenjang ada karakteristiknya. Untuk sarjana kita desain untuk bisa masuk ke dunia kerja yang berubah sangat cepat. Generasi sekarang itu sudah tersentuh dengan kurikulum ITB yang lebih fleksibel," kata Irwan.

Fleksibilitas ini diwujudkan melalui kebijakan lintas program studi, yang memungkinkan mahasiswa memperluas perspektif keilmuan mereka.

"Sekarang sudah ada beberapa lulusan yang tidak hanya mengambil perkuliahan di jurusannya, tapi juga mengambil mata kuliah dari prodi lain. Jumlahnya belum terlalu banyak, tapi mudah-mudahan bisa memberi persepsi baru dan ini bisa diadopsi oleh lebih banyak mahasiswa," tuturnya.

Irwan berharap, wawasan lintas disiplin ini membuat lulusan mampu memberikan solusi yang lebih utuh bagi masyarakat. "Jadi mereka akan terbiasa dengan memahami bidang lain. Itu cara supaya bisa berkontribusi lebih baik di masyarakat," tambahnya.

Selain itu, ITB kini mendorong proyek berbasis industri sebagai alternatif syarat kelulusan selain tugas akhir konvensional. "Selain ada tugas akhir, ada juga yang berbasis dunia kerja. Sekarang mahasiswa mulai didorong membuat proyek yang menyelesaikan permasalahan di industri secara nyata," tutup Irwan.



Simak Video "Menggugah Selera dengan Kuliner Istimewa di Bogor"


(dir/dir)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork