Ambisi Elon Musk Targetkan 100 Ribu Satelit Starlink di Orbit Bumi

Kabar Internasional

Ambisi Elon Musk Targetkan 100 Ribu Satelit Starlink di Orbit Bumi

Fino Yurio Kristo - detikJabar
Selasa, 25 Agu 2026 23:00 WIB
Ilustrasi Satelit, Satelit
Ilustrasi Satelit (Foto: Photo by NASA on Unsplash)
Jakarta -

CEO SpaceX Elon Musk membeberkan visi ambisius untuk memperluas konstelasi Starlink secara masif. Targetnya tak main-main, meningkatkan jumlah satelit dari kisaran 15.000 unit saat ini menjadi lebih dari 100.000 satelit di orbit Bumi.

Rencana ini diungkapkan Musk dalam dialog bersama CEO JPMorgan Jamie Dimon. Melansir detikInet, puluhan ribu satelit tambahan tersebut diproyeksikan untuk memperkuat infrastruktur komunikasi global milik SpaceX.

"Kami mungkin akan menempatkan di orbit lebih dari 100.000 satelit hanya untuk komunikasi," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika terealisasi, angka ini melonjak 10 kali lipat dari proyeksi awal konstelasi Starlink. Pilar utama ekspansi ini adalah satelit generasi terbaru, Starlink V3, yang akan diangkut oleh roket Starship. Musk mengeklaim V3 memiliki lompatan performa yang signifikan dibandingkan pendahulunya.

ADVERTISEMENT

"Versi 3, tergantung bagaimana Anda menghitungnya, kemampuannya 10 hingga 20 kali lipat lebih canggih daripada satelit versi 2," cetusnya.

Teknologi V3 dirancang untuk menyuguhkan kecepatan internet kelas gigabit, meningkatkan kapasitas bandwidth secara drastis, sekaligus menekan latensi ke titik terendah.

"Saya rasa ini benar-benar akan menjadi sarana komunikasi dengan bandwidth tertinggi dan latensi terendah. Masa depan AI dan robot pada kenyataannya akan perlu jauh lebih banyak bandwidth dari yang kita gunakan saat ini," kata Musk mengenai Starlink V3.

Ambisi Musk bahkan melampaui angka 100.000. Ia mulai melirik potensi penempatan pusat data (data center) di orbit yang bisa mendorong jumlah satelit hingga skala jutaan. Namun, belum dipastikan apakah target 100.000 unit tersebut sudah mencakup layanan direct-to-cell untuk ponsel.

Saat ini, SpaceX telah meminta izin FCC untuk mengoperasikan hingga 15.000 satelit khusus konektivitas ponsel, dengan sekitar 650 unit sudah mengorbit. Menariknya, target baru Musk ini jauh melampaui perkiraan Presiden SpaceX Gwynne Shotwell yang sebelumnya memprediksi batas maksimal di angka 20.000 unit.

"Saya tidak berpikir kita akan punya lebih dari 15.000 atau 20.000 satelit Starlink," sebut Shotwell.

Meski ambisius, langkah ini terbentur tembok regulasi. Izin FCC saat ini masih membatasi Starlink di angka 19.400 satelit. Selain itu, gelombang protes dari astronom dan aktivis lingkungan terus mengalir terkait polusi cahaya dan gangguan ruang angkasa.

Di tengah kontroversi tersebut, Starlink tetap menjadi mesin uang utama SpaceX dengan lebih dari 12 juta pelanggan aktif. Dengan memperluas jaringan, SpaceX berharap bisa memangkas ketergantungan dunia pada kabel internet bawah laut dan mendominasi lalu lintas data global langsung dari langit.


Artikel ini sudah tayang di detikInet, selengkapnya di sini



(fyk/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads