Ceria Anak-anak Istimewa di Panggung Seni Floating Market Lembang

Ceria Anak-anak Istimewa di Panggung Seni Floating Market Lembang

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 25 Agu 2026 19:30 WIB
Bocah penyandang disabilitas pentas seni dari panggung floating market lembang
Bocah penyandang disabilitas pentas seni dari panggung floating market lembang (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Adit, terlihat ceria kala berkumpul dengan teman-temannya di aula Floating Marker Lembang. Bocah 12 tahun itu datang bersama ibunya, kompak dalam balutan pakaian bernuansa merah putih sesuai dengan tema kegiatan yang mereka hadiri.

Kebetulan, Fitri (30), ibunda Adit, sedang libur sehingga ia bisa mengantar buah hatinya itu ke acara 'Pesta Ceria Bersama Anak-anak Terkasih'. Sarana hiburan para penyandang disabilitas yang diinisiasi Yayasan Mimbar Hiburan dan Amal Bagi Dhuafa (MHABD).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riuh tawa dan keceriaan tergambar dari rauh wajah-wajah polos khas bocah. Energi yang masih penuh terpancar dari antusiasme mereka mengikuti rangkaian acara. Terlebih, bocah-bocah itu diberi kesempatan unjuk gigi lewat pentas seni.

Panggung utama perayaan kemerdekaan bangsa sekaligus keteladanan Rasulullah, tak pernah sepi dari penampilan yang mengejutkan. Rasa haru dan bangga dituangkan orangtua lewat tepuk tangan dan sorak sorai.

ADVERTISEMENT

Pementasan seni dibuka dengan tabuhan kelompok perkusi jimbe. Tabuhan tangan-tangan kecil mereka di atas alat musik kayu itu harmonis seirama dengan instruksi pelatih di seberang panggung. Suasana semakin meriah saat peragaan busana dimulai. Dengan percaya diri, bocah-bocah itu berjalan mengagumkan menelusuri panggung, memamerkan busana batik.

"Seru banget, bisa ikut kegiatan ini. Kebetulan agenda seperti ini rutin diikuti ya apalagi saya sedang libur. Jadi ini kesempatan buat saya liburan dan hiburan bareng anak," kata Fitri saat ditemui, Selasa (25/8/2026).

Adit, anaknya didiagnosa Gangguan Bahasa Ekspresif dan IQ anak usia 12 tahun yang masih terperangkap di pikiran anak balita. Namun kondisinya terus membaik seiring dengan segala perlakuan dan terapi yang dijalani.

"Jadi anak saya dari yang enggak bisa ngomong apa-apa, sekarang sudah lebih baik bisa ngomong ayah dan ibu. Kemudian dari IQ ya, usia 12 tahun tapi pikirannya seperti anak kecil," kata Fitri.

Libatkan 80 Anak Disabilitas

Keceriaan yang dirasakan Adit dan ibundanya, juga ditularkan pada 80 anak disabilitas lainnya. Setiap anak, mementaskan sesuatu sesuai dengan minat dan bakat mereka. Rasa percaya diri yang terpancar dari anak-anak disabilitas itu tentunya patut diapresiasi setinggi langit.

"Jadi kita hari ini libatkan 80 anak disabilitas, yang kita datangkan dari Bandung. Kemudian mereka pentas seni di sini, ada pencak silat, jaipong, fashion show, dan keterampilanainnya," kata Ketua Panitia Pesta Ceria, Arni Alambet.

Sementara itu, Ketua Yayasan MHABD, Selvi Lusiana mengatakan jika pesta ceria kali ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan Jumat Berkah yang rutin mereka lakukan. Tujuannya, tentu saja berbagi kebahagiaan.

"Ya kalau ini kita dalam rangka menindaklanjuti Jumat Berkah ya yang biasa kita laksanakan. Ini bentuk transformasi kegiatan MHABD yang sudah lama berdiri, hampir 36 tahun lamanya," kata Selvi.

MHABD sendiri menjadi rumah bagi penyandang disabilitas yang masih belum tersentuh perhatian pemerintah. Tak hanya sebagai wadah, penyandang disabilitas yang dirangkul kasih sayang MHABD juga mendapatkan pembekalan.

"Misalnya ada pembekalan salom, kita sekolahkan 3 bulan. Intinya kita ingin memberikan kasih sayang buat penyandang disabilitas, namun harus tepat sasaran dan amanah sesuai permintaan donatur," ujar Selvi.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads