Kebakaran TPA Ciniru Kuningan Mulai Mereda

Kebakaran TPA Ciniru Kuningan Mulai Mereda

Bima Bagaskara - detikJabar
Sabtu, 22 Agu 2026 18:56 WIB
Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan
Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan (Foto: Istimewa)
Kuningan -

Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, mulai mereda setelah api menghanguskan gunungan sampah selama hampir dua pekan.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, mengatakan sebagian besar titik api sudah berhasil dikendalikan. Personel BPBD Jabar pun mulai ditarik secara bertahap, sementara penanganan selanjutnya diserahkan kepada petugas dari Kabupaten Kuningan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah mereda, kami dari ada dari provinsi berangsur balik, tinggal dari teman-teman Kabupaten Kuningan. Kemungkinan satu hari lagi lah mudah-mudahan besok karena sebagian sudah sudah tercover ya informasi kemarin, tapi mudah-mudahan tidak ada titik api yang baru," ujar Teten, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Teten, petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Kuningan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan tidak muncul kembali titik api. BPBD Kabupaten Kuningan juga dijadwalkan melanjutkan penanganan intensif.

ADVERTISEMENT

"Kemarin teman-teman provinsi sudah ditarik, sekarang teman-teman Damkar dari Kabupaten Kuningan terus besok juga teman-teman BPBD Kabupaten Kuningan. Insya Allah mudah-mudahan besok selesailah, mudah-mudahan tidak ada titik api baru," katanya.

Meski api utama mulai padam, kondisi TPA Ciniru belum sepenuhnya aman. Asap masih mengepul dan sejumlah titik panas (hotspot) masih ditemukan di bagian dalam tumpukan sampah.

"Iya kan asap masih ada ya, terus di dalam tuh ada beberapa titik panas yang masih ada. Mungkin kami coba pendinginan lah ya, khawatir ini memicu titik-titik api yang baru gitu," ucapnya.

Hampir 5 Hektare Terdampak

Proses pendinginan dilakukan dengan menyiramkan air ke area yang masih mengeluarkan panas. Petugas juga menggunakan tanah untuk menutup dan mengubur bagian tumpukan sampah yang berpotensi kembali terbakar.

"Dengan kemarin tuh menggunakan air lah tetap seperti biasa, kemudian juga menggunakan tanah ya, dibongkar kemudian dimasukin tanah ya ini dikubur sama tanah gitu. Teman-teman LH (Lingkungan Hidup) kemarin yang melakukan eksekusi di lapangan," jelas Teten.

Kebakaran tersebut melahap hampir seluruh area TPA Ciniru. Dari total luas sekitar 5,5 hektare, area yang terdampak diperkirakan mencapai lima hektare. "Kurang lebih lima hektar, dari semua 5,5 (hektar) luas TPA Ciniru. Jadi tersisa sekitar 500 meter," katanya.

Teten menyebut kondisi cuaca panas di kawasan tersebut membuat api mudah menjalar dan menyisakan titik-titik panas di kedalaman gunungan sampah. "Iya hampir semua terdampak kebakaran karena memang panas ya di sana. Meskipun itu posisinya di atas, di Ciniru itu, tetapi tetap panas situasinya di bawah, mungkin pengaruh suhu," ujarnya.

Hingga hari ini, penanganan kebakaran telah berlangsung sekitar dua pekan. Petugas masih melakukan pendinginan secara maraton untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran susulan.

Sementara terkait penyebab kebakaran, BPBD Jabar belum memberikan kesimpulan resmi. Teten menyatakan bahwa penjelasan mengenai pemicu kebakaran merupakan ranah instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup.

"Nanti itu mah LH yang menyampaikan. Kami mah hanya masalah penanganan kedaruratannya aja. Takutnya salah teknisnya saya belum begitu paham," pungkasnya.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads