Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam pencalonan anggota legislatif menjadi momentum bagi Partai NasDem untuk menaikkan target.
Melalui organisasi sayap partai, Garnita Malahayati, NasDem menargetkan keterwakilan perempuan dalam pencalonan legislatif pada Pemilu 2029 tidak berhenti di angka 30 persen. Targetnya dinaikkan menjadi 50 persen.
Ketua DPP Garnita Malahayati NasDem, Andina Thresia Narang, mengatakan angka 30 persen bagi NasDem bukan lagi menjadi batas akhir. Menurutnya, capaian tersebut justru harus menjadi pijakan untuk meningkatkan jumlah perempuan yang terlibat dalam politik dan duduk di parlemen.
"Hari ini adalah pelantikan DPW dan juga DPD se-Jawa Barat, dan di mana hari ini pelantikannya ada 24 DPD yang akan dilantik dan nantinya akan menyusul," ujar Andina seusai pelantikan Garnita Malahayati Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu (22/8/2026).
Ia mengatakan, salah satu fokus Garnita Malahayati setelah kepengurusan dilantik adalah meningkatkan keterwakilan perempuan pada Pemilu 2029.
"Dan arahan hari ini adalah bagaimana kita sebagai perempuan saat ini, sebagai sayap partai perempuan Nasdem, bisa meningkatkan keterwakilan perempuan nantinya di tahun 2029," katanya.
Andina menyebut NasDem saat ini telah memenuhi angka 30 persen keterwakilan perempuan baik itu di DPR RI maupun DPRD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup.
"Dari Nasdem kami sudah mencapai 30 persen di DPR RI, mencapai lebih dari 30 persen untuk caleg perempuan. Dan kita akan meningkatkan lagi nanti di 2029. Dan juga di DPRD Provinsi juga sudah mencapai 30 persen," ucapnya.
Menurut Andina, NasDem tidak ingin memandang ketentuan 30 persen sebagai sekadar kewajiban administratif dalam pencalonan anggota legislatif. Karena itu, ia menargetkan keterwakilan perempuan di Pileg 2029 mendatang bisa berada di angka 50 persen.
"Itu bukan menjadi masalah buat partai Nasdem, tetapi bagaimana 30 persen ini adalah titik awal untuk kami supaya kami nanti bisa mencapai 50 persen keterwakilan di DPR RI maupun juga di DPRD Provinsi," tegasnya.
Ketua DPD Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat, Tuti Yasin, menegaskan target 50 persen tersebut bukan sekadar mengejar jumlah perempuan dalam daftar calon legislatif.
Garnita, kata dia, juga akan berupaya melakukan penyaringan terhadap calon-calon perempuan yang dinilai memiliki kapasitas untuk diperjuangkan hingga ke parlemen.
"Target kita untuk pemilu berikutnya bukan hanya 30% kuota perempuan dan bukan hanya menjadi pelengkap saja, ke depannya mudah-mudahan Garnita ini dengan sudah dilantiknya itu kita bisa memilih-memilih, memfilter mana-mana aleg-aleg yang memang bisa kita dudukkan," kata Tuti.
Menurutnya, keberhasilan keterwakilan perempuan tidak cukup hanya diukur dari berapa banyak perempuan yang akhirnya masuk ke parlemen. Yang lebih penting adalah seberapa banyak perempuan yang berhasil dihantarkan hingga menduduki kursi legislatif.
"Jadi tadi saya juga sudah sampaikan kita tidak mau hanya menghitung berapa perempuan yang sudah masuk ke parlemen tapi kita berapa banyak perempuan yang bisa kita hantarkan ke sana," ujarnya.
(bba/yum)