Rajiv Dorong Percepatan Distribusi Beras Bulog di Jawa Barat

Rajiv Dorong Percepatan Distribusi Beras Bulog di Jawa Barat

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 08 Mei 2026 16:05 WIB
Anggota DPR RI Rajiv saat mengecek gudang Bulog Bandung
Anggota DPR RI Rajiv saat mengecek gudang Bulog Bandung (Foto: Istimewa)
Bandung -

Stok beras di wilayah kerja Bulog Cabang Bandung dalam kondisi melimpah dengan total 29.754 ton. Distribusi beras perlu dipercepat guna mencegah kerusakan mutu beras.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv. Di samping mengapresiasi tata kelola penyimpanan beras di gudang utama Cimahi, Cisaranten Kidul dan Paseh Sumedang, dia mengkhawatirkan soal mutu beras yang bisa rusak apabila tersimpan lama.

"Penyimpanannya bagus, tapi saya cemas dengan penyerapan yang tinggi, jika kalau tidak diimbangi dengan penyaluran atau distribusi yang cepat bisa merusak mutu beras yang disimpan di tiga Gudang bulog ini," ujar Rajiv dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rajiv menuturkan banyaknya stok dan terbatasnya daya tampung gudang perlu diimbangi dengan pengelolaan distribusi yang tepat, cepat dan terukur. Sehingga, beras tidak menumpuk di gudang.

Dari pengamatannya, politisi Partai NasDem ini mengungkapkan sebaran data stok beras di tiga lokasi tersebut. Di gudang Cisaranten Kidul sebanyak 10.654 ton, gudang utama Cimahi sebanyak 10.100 ton, dan gudang Paseh Sumedang sebanyak 9.000 ton.

ADVERTISEMENT

"Dengan stok yang hampir melebihi kapasitas di tiga gudang Bulog Cabang Bandung, dapat dikatakan kondisi pasokan beras medium aman. Namun, stok yang besar ini harus segera diikuti dengan langkah percepatan distribusi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar anggota dewan Dapil Jabar II ini.

Rajiv menambahkan Bulog punya peranan dalam urusan beras. Menurutnya, Bulog tak hanya menyimpan, tetapi mendistribusikan ketika masyarakat membutuhkan pasokan dengan harga yang terjangkau.

Sehingga, dia mendorong Bulog untuk memperkuat sistem distribusi melalui beberapa langkah. Pertama mempercepat penyaluran beras medium ke wilayah yang membutuhkan, baik melalui program bantuan pangan, operasi pasar, maupun Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP.

Kedua, Bulog perlu memastikan prinsip rotasi stok berjalan secara disiplin, terutama dengan menerapkan mekanisme first in, first out agar beras yang lebih dahulu masuk ke gudang dapat lebih dahulu disalurkan.

Ketiga, perlu dilakukan pemetaan kebutuhan beras di wilayah Bandung Raya, Kabupaten Bandung, Cimahi, Sumedang, dan daerah sekitar agar distribusi tidak hanya berdasarkan ketersediaan stok, tetapi juga berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.

"Jangan sampai stok beras terlihat aman di gudang, tetapi masyarakat masih menghadapi harga tinggi di pasar. Karena itu, data stok harus terhubung dengan data kebutuhan dan harga di lapangan," katanya.

Di samping itu, dia juga menyarankan agar koordinasi antara Bulog, pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, dinas perdagangan, dan dinas ketahanan pangan diperkuat. Koordinasi tersebut penting untuk memastikan penyaluran beras berjalan tepat sasaran, terutama kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan wilayah yang mengalami tekanan harga.

Rajiv menegaskan pengawasan kualitas beras juga perlu terus diperhatikan. Dengan jumlah stok yang besar di Gudang Cisaranten Kidul, Gudang Utama Cimahi, dan Gudang Paseh Sumedang, pemeriksaan kualitas secara berkala menjadi penting agar beras yang disalurkan tetap layak konsumsi dan sesuai standar.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads