Inovatif, pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Karawang kini dapat menjual sampah rumah tangga hasil pemilahan ke pabrik. Bahkan dua pikap pertama berhasil dikirim dari TPS3R menuju pabrik.
Ketua KSM Darma Sahabat Lingkungan, Hendro, mengatakan bahwa TPS3R Baraya Runtah Perumnas Telukjambe, Desa Sukaluyu, Kabupaten Karawang yang dikelolanya, telah berhasil memilah sampah menjadi berbagai jenis sebelum disalurkan kepada mitra yang dapat dimanfaatkan kembali.
"Kurang lebih ada 35 jenis sampah yang sudah kami pilah di TPS3R Baraya Runtah, jenis sampah yang dipilah antara lain plastik, kertas, dan kardus. Khusus plastik, terdapat sejumlah kategori seperti PET, PP, dan HD. Setiap jenis sampah memiliki spesifikasi tersendiri yang harus disesuaikan dengan kebutuhan industri nantinya," kata Hendro, saat diwawancarai detikJabar, di TPS3R Perumnas Telukjambe, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui saat ini, KSM Darma Sahabat Lingkungan menjalin kerja sama dengan PT Pindo Deli untuk penyerapan karton dan kertas putih hasil pemilahan. Hendro menilai keberadaan pembeli atau off-taker menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong masyarakat dan pengelola sampah agar semakin serius melakukan pemilahan.
"Kalau sudah ada off-taker sudah ada ini jadi bagian penting, karena kertas dan kardus yang dipilah bisa lebih baik dan lebih bersih, sesuai spesifikasi konsumen. Oleh sebab itu kita terus mendorong agar sistem pemilahan lebih optimal," kata dia.
Ia mengatakan, pengelolaan sampah kini tidak cukup hanya berbicara mengenai prinsip 3R dan ekonomi sirkular. Menurutnya, pengembangan industri pengolahan dan daur ulang sampah juga perlu menjadi perhatian.
TPS3R, kata Hendro, berada pada posisi tengah dalam rantai pengelolaan sampah. Sementara bagian hulu berada di rumah tangga, sedangkan bagian hilir merupakan industri yang memanfaatkan sampah terpilah sebagai bahan baku.
"TPS3R ini ada di bagian tengah, bagaimana di hulu nya rumah tangga juga bisa diedukasi untuk memilah, sehingga punya nilai jual sampai ke hilir. Model seperti ini diharapkan dapat membangun ekosistem pengelolaan sampah dari tengah sampai hilir," ujarnya.
Hendro mengungkap, industri daur ulang yang tengah mereka kelola tetap harus didorong oleh pihak pemerintah maupun swasta, agar ekosistem tersebut dapat terjaga.
"Kami dan para pengurus harus terus didorong oleh pemerintah maupun swasta agar tidak berhenti pada proses pengumpulan dan pemilahan, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri daur ulang. Oleh karena itu kami sangat mengapresiasi PT Pindo Deli, yang sudah berkenan bermitra, yang telah menerima barang kiriman perdana kami hari ini," ucap Hendro.
Sementara itu, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Agus Rusly mengatakan, Indonesia saat ini tengah menghadapi persoalan sampah yang serius. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara masyarakat, pengelola sampah, dan pihak swasta.
"Yang sedang kita hadapi bersama di Indonesia saat ini adalah darurat sampah. Tidak satu pun daerah sekarang yang tidak bermasalah dengan urusan sampah. Oleh sebab itu kerja sama antara KSM Darma Sahabat Lingkungan dan PT Pindo Deli dapat menjadi salah satu model kemitraan yang memungkinkan sampah terpilah memiliki kepastian pasar," kata Agus, usai melakukan pelepasan kiriman sampah daur ulang perdana.
Ia menilai keberadaan off-taker sangat penting karena banyak kelompok masyarakat telah aktif mengumpulkan dan memilah sampah, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam penyerapan hasil pemilahan. Dengan adanya kemitraan tersebut, sampah kertas dan kardus yang dikumpulkan masyarakat melalui TPS3R maupun bank sampah memiliki peluang lebih besar untuk diserap industri.
"Kami berharap pola kemitraan seperti ini dapat dikembangkan untuk jenis sampah lainnya, seperti plastik, kemasan multilapis, dan sachet, sehingga semakin banyak sampah yang memiliki jalur pengelolaan hingga ke industri. Bahkan program ini saya harap juga dapat ditiru oleh daerah lain," imbuhnya.
Di sisi lain, Public Affairs PT Pindo Deli Pulp and Paper Karawang, Adil Teguh mengatakan, perusahaan terbuka untuk mengembangkan sinergi dengan pengelola sampah bersama masyarakat.
Menurut Adil, kerja sama tersebut masih dalam tahap awal sehingga jenis material yang dapat ditampung akan terus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan teknis perusahaan.
"Kami terbuka untuk mengembangkan sinergi dengan pengelola sampah bersama masyarakat. Harapannya, kerja sama ini makin berkembang dan makin besar, terutama untuk membantu memecahkan masalah sampah yang ada di Karawang," ujar Adil.
Adil mengatakan, pengembangan pengelolaan sampah dapat dimulai dari tingkat desa dan kecamatan sebelum diperluas ke tingkat kabupaten. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kesinambungan dan kolaborasi berbagai pihak, seperti halnya posisi Pindo Deli di sektor swasta.
"Kemitraan antara pengelola TPS3R di tingkat desa, Kecamatan, sampai kabupaten diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi sampah, tetapi juga memperkuat sistem pengelolaan sampah dari sumber hingga industri daur ulang," pungkasnya.
(yum/yum)
