Saat Warung Gratis Jadi Penyangga Dompet Driver Ojol di Karawang

Saat Warung Gratis Jadi Penyangga Dompet Driver Ojol di Karawang

Irvan Maulana - detikJabar
Rabu, 19 Agu 2026 23:50 WIB
Warung makan gratis untuk ojol di Karawang
Warung makan gratis untuk ojol di Karawang (Foto: Irvan Maulana/detikJabar)
Karawang -

Matahari di atas Jalan Lingkar Tanjungpura, Kelurahan Nagasari, Karawang Barat, terasa begitu menyengat pada Rabu (19/8/2026) siang. Di tengah deru mesin dan debu jalanan, puluhan pengemudi ojek daring (ojol) tampak menepi. Bukan sekadar melepas lelah, mereka berkumpul di sebuah warung sederhana yang hari itu mendadak jadi primadona bagi para pejuang aspal.

Warung tersebut merupakan fasilitas khusus yang diinisiasi oleh Polresta Karawang. Kehadirannya menjadi oase mingguan yang buka dua kali dalam sepekan yakni setiap Rabu pukul 10.00-13.00 WIB dan Jumat selepas waktu salat Jumat pukul 13.00-15.00 WIB.

Andri (30), seorang pengemudi ojol asal Telukjambe Timur, tak bisa menyembunyikan binar matanya saat melihat deretan menu prasmanan yang tersaji. Baginya, undangan dari Kapolresta hari itu adalah kejutan manis yang nyata di tengah rutinitas mencari orderan yang tak menentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini kita diundang pak Kapolresta, katanya mau ngasih hadiah, ternyata sampai disini kita sudah diperlihatkan prasmanan. Katanya ini warung makan gratis untuk kita yang bisa kita manfaatkan," kata Andri, saat diwawancara detikJabar, usai pembukaan warung ojol.

ADVERTISEMENT

Bagi Andri dan rekan sejawatnya, sepiring nasi dan segelas kopi gratis bukan sekadar urusan perut, melainkan soal napas ekonomi keluarga. Di tengah fluktuasi pendapatan, keberadaan warung ini menjadi cara jitu untuk menekan pengeluaran harian yang kian mencekik.

"Warung ini bisa jadi cara penghemat kita yah, misal sehari pengeluaran makan kita Rp30 ribu makan sama ngopi, dan kita bisa dapatkan makan sama kopi ini gratis disini, artinya adanya warung ini juga meringankan beban pengeluaran kita," kata dia.

Andri kemudian merinci kalkulasi dapurnya. Dengan pendapatan kotor rata-rata Rp200 ribu per hari, ia harus menyisihkan biaya operasional yang tidak sedikit. Jika bensin memakan Rp30 ribu dan makan siang Rp30 ribu, maka sisa uang yang bisa dibawa pulang hanya Rp160 ribu. Angka itu pun masih sangat rentan jika terjadi kendala teknis di jalan.

"Kalau sehari rata-rata pendapatan kotor Rp200 ribu, anggap kita perlu bensin Rp30 ribu, dan makan Rp30 ribu, maka pemasukan bersih kita cuma Rp160 ribu. Itu juga belum termasuk kalau tiba-tiba motor kita mogok atau pecah ban, nah, kalau kita bisa mebguranginya dengan makan gratis ini justru sangat terbantu," paparnya.

Di sisi lain, Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto menjelaskan bahwa program Warung Ojol ini adalah wujud nyata kepedulian kepolisian terhadap masyarakat. Ia ingin membangun kemitraan yang lebih hangat dengan para pengemudi ojol yang setiap hari bersinggungan dengan dinamika jalanan di Karawang.

"Warung ojol ini kami hadirkan sebagai bentuk kepedulian kepada rekan-rekan pengemudi ojek online, khususnya untuk membantu mengurangi pengeluaran makan siang mereka. Ini juga upaya kami untuk memperkuat kepedulian, dan kemitraan dengan masyarakat," kata Mario.

Setiap hari operasional, pihak kepolisian menyediakan sedikitnya 100 porsi makanan. Mario berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh komunitas ojol agar hubungan antara aparat dan masyarakat semakin harmonis.

"Kami menyediakan sebanyak 100 porsi makan gratis setiap hari Rabu dan Jumat, saya harap informasi ini dapat disampaikan secara luas, agar semakin mempererat hubungan antara Polresta Karawang dengan komunitas ojol dan masyarakat Karawang," pungkasnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads