Tinggalkan Kertas, Karawang Masifkan Sosialisasi Pilkades Digital

Tinggalkan Kertas, Karawang Masifkan Sosialisasi Pilkades Digital

Irvan Maulana - detikJabar
Selasa, 18 Agu 2026 20:35 WIB
simulasi Pilkades serentak Digital di Karawang
simulasi Pilkades serentak Digital di Karawang (Foto: Istimewa)
Karawang -

Pemerintah Kabupaten Karawang mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak berbasis digital yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Langkah ini diawali dengan penguatan sosialisasi dan simulasi tata cara pemungutan suara elektronik kepada masyarakat.

Agenda simulasi perdana digelar di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Karawang, Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang untuk memantau kesiapan sistem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa sosialisasi ini krusial untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat sebagai pemegang hak pilih perlu memahami mekanisme dan tahapan Pilkades digital agar pelaksanaan di lapangan berjalan tanpa kendala.

"Hari ini kita mulai tahapan Pilkades serentak secara digital diawali dengan sosialisasi mengenai ketentuan dan simulasi pemilihan, di Kabupaten Karawang pada bulan November nanti terdapat sebanyak 67 di 25 Kecamatan yang akan menggelar Pilkades," kata Aep usai simulasi di Aula Husni Hamid.

ADVERTISEMENT

Aep menjelaskan, transisi dari sistem konvensional ke digital memerlukan adaptasi khusus. Mengingat teknologi ini akan bersentuhan langsung dengan warga, simulasi tahap awal menjadi kunci untuk memetakan potensi hambatan teknis.

"Kemarin akhir Desember 2025 kita sudah mencoba Pilkades digital serentak di 9 desa, tentu sekarang ini di 67 desa kita perlu banyak perbaikan agar lebih siap, karena alat dan peraga yang digunakan masyarakat merupakan hal baru," kata dia.

Melalui rangkaian sosialisasi ini, Bupati berharap kesiapan mental dan teknis, baik dari sisi masyarakat maupun panitia penyelenggara, dapat meningkat. Penggunaan perangkat digital menggantikan kertas suara menjadi tantangan sekaligus inovasi dalam demokrasi tingkat desa.

"Jadi tidak hanya kertas dan alat coblos, sekarang model baru, saya harap masyarakat lebih siap dan antusias. Terlebih para panitia yang nantinya akan melakukan tahapan pelaksanaan dengan alat model baru ini," imbuhnya.

Dukungan penuh juga datang dari aparat penegak hukum. Kapolresta Karawang, Kombes Pol Mario Prahatinto, menyatakan komitmennya untuk mengawal seluruh tahapan Pilkades Digital 2026 agar tetap berada dalam koridor yang aman dan transparan.

"Kami bersama dengan TNI tentu sangat mendukung penuh pelaksanaan Pilkades Digital Serentak ini, dengan harapan seluruh rangkaian pelaksanaan berjalan dengan aman, tertib, serta tansparan, dan kondusif pra maupun pasca pelaksanaannya," kata Mario.

Keberhasilan transformasi digital dalam kontestasi politik desa ini dinilai sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, panitia, hingga tokoh masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menciptakan sistem pemilihan yang akuntabel.

"Sinergitas pemerintah daerah bersama TNI-Polri serta tokoh masyarakat di lingkungan sangat penting untuk kelancaran Pilkades ini, semoga tahapan dan pelaksanaan berjalan efektif, transparan, akuntabel, aman, serta mudah diawasi oleh seluruh pihak, dan dapat dijalankan sesuai prosedur yang berlaku," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads