Dari RJP hingga APAR, Guru SD di Karawang Ikuti Pelatihan Tanggap Darurat

Dari RJP hingga APAR, Guru SD di Karawang Ikuti Pelatihan Tanggap Darurat

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Sabtu, 15 Agu 2026 23:02 WIB
Pelatihan tanggap darurat di Kepala SDN Kondangjaya III Karawang
Foto: Istimewa
Karawang -

Guru dan staf SDN Kondangjaya III, Karawang, mengikuti pelatihan tanggap darurat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Mitra Tanggap Darurat Komunitas Indonesia 2026 atau Community Emergency Response Partnership (CERP-Indonesia) yang digelar SANY bersama sejumlah mitra.

Program yang dimulai sejak 26 Juli 2026 itu resmi berakhir pada 8 Agustus 2026. CERP-Indonesia diselenggarakan SANY Foundation, China Merchants Charitable Foundation, Shenzhen Public Welfare Rescue Volunteers Federation, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan SANY Indonesia, dengan berkolaborasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Nahdlatul Ulama, serta sejumlah lembaga lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saanjay Shamdasani selaku Deputy General Manager/Director Government Relations SANY Indonesia mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal ketika menghadapi keadaan darurat.

"CERP-Indonesia merupakan bagian dari implementasi internasional "Aliansi Tanggap Bencana Global" SANY, yang membawa pengalaman dan metode tanggap darurat yang telah teruji di lapangan ke komunitas-komunitas di Indonesia. Program ini dirancang untuk membangun kemampuan masyarakat dalam melakukan pertolongan awal secara mandiri sekaligus saling membantu ketika menghadapi situasi darurat," tutur Saanjay dalam rilis yang diterima detikJabar.

ADVERTISEMENT

Guru SD di Karawang Belajar RJP hingga Gunakan APAR

Salah satu rangkaian CERP-Indonesia dilaksanakan di SDN Kondangjaya III, Karawang. Pelatihan secara khusus diberikan kepada tenaga pendidik dan staf sekolah dengan fokus pada kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di lingkungan sekolah.

Para peserta mendapatkan materi sekaligus praktik penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), teknik melakukan resusitasi jantung paru (RJP), cara memindahkan korban, hingga membuat tandu sederhana.

Pelatihan tanggap darurat di Kepala SDN Kondangjaya III KarawangPelatihan tanggap darurat di Kepala SDN Kondangjaya III Karawang Foto: Istimewa

Materi dirancang agar dapat langsung diterapkan dalam simulasi kebencanaan di sekolah maupun ketika menghadapi cedera atau kondisi darurat yang dialami siswa.

Kegiatan praktik tersebut juga menarik perhatian para siswa yang menyaksikan langsung proses pelatihan. Momen ini sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak usia dini.

"Kami tentunya sangat mendukung pelatihan seperti ini karena memberikan pengetahuan yang penting bagi guru dan staf karyawan kami. Apalagi, kami merupakan pihak yang berada paling dekat dengan siswa ketika terjadi situasi darurat di sekolah. Dengan adanya praktik langsung, kami menjadi lebih memahami langkah yang perlu dilakukan dan diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi darurat," ujar Kepala SDN Kondangjaya III, Nurhasanah.

Program CERP-Indonesia dilaksanakan melalui delapan kelas pelatihan yang tersebar di Jakarta, Karawang, dan Yogyakarta. Total peserta yang mengikuti program tersebut mencapai sekitar 400 orang dari berbagai komunitas.

Lebih dari 70 persen kegiatan dilakukan melalui praktik lapangan. Peserta mempelajari keterampilan dasar tanggap darurat, seperti RJP/CPR, pembalutan luka, serta simulasi menghadapi gempa bumi, banjir, dan erupsi gunung berapi.

Rony, Manager General Affairs SANY Indonesia, menjelaskan pendekatan praktik membuat peserta lebih mudah memahami tindakan yang harus dilakukan saat keadaan darurat.

"Pelatihan ini tidak terlalu fokus pada teori yang panjang, melainkan peserta belajar melalui praktik langsung dalam kelompok kecil dengan pendampingan instruktur."

Keterampilan seperti penggunaan APAR, RJP, pemindahan korban, dan pembuatan tandu sederhana dipraktikkan secara berulang. Instruktur juga memberikan koreksi secara langsung agar peserta memahami prosedur dengan tepat.

Melalui pelatihan ini, guru dan staf SDN Kondangjaya III diharapkan mampu menerapkan keterampilan tanggap darurat di lingkungan sekolah maupun komunitas. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.



(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads