Polemik SDN 026 Bojongloa, Pakar Ingatkan soal Alarm Bahaya Aset Pemkot

Polemik SDN 026 Bojongloa, Pakar Ingatkan soal Alarm Bahaya Aset Pemkot

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 11 Agu 2026 17:15 WIB
SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung.
SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Pakar pendidikan UPI, Prof Cecep Darmawan turut menyoroti konflik yang terjadi di SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung. Ia menyatakan, kondisi itu jadi alarm bahaya bagi Pemkot Bandung, terutama untuk penataan aset-aset daerah.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Bandung kalah dalam sengketa SDN 026 Bojongloa. Lahan tersebut dimenangkan ahli waris bernama Hamim, yang membuat Pemkot harus angkat kaki dari fasilitas pendidikan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buntutnya, Kamis (6/8), ahli waris menggembok SDN 026 Bojongloa. Meskipun kemudian, sekolah bisa dibuka dan proses pembelajaran kembali seperti biasa.

"Ini menjadi peringatan ya, warning bagi Pemkot bahwa aset-asetnya harus segera ditata ulang, termasuk aset sekolah. Semua aset harus ditata ulang, khawatir terjadi hal seperti ini," kata Cecep saat berbincang dengan detikJabar, Selasa (11/8/2026).

ADVERTISEMENT

Setelah polemik ini terjadi, Pemkot Bandung menyiapkan skema relokasi sementara untuk 945 siswa SDN 026 Bojongloa. Ratusan siswa itu rencananya bakal dipindahkan ke SDN 148 Cibaduyut dengan target 2-3 pekan ke depan.

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga memastikan telah berkomunikasi dengan ahli waris. Pemkot meminta waktu supaya siswa SDN 026 Bojongloa bisa belajar dengan tenang sebelum proses relokasi dilakukan.

Saat relokasi sudah dilakukan, Pemkot Bandung sudah menyiapkan opsi untuk kebutuhan belajar siswa. SDN 148 Cibaduyut bakal belajar di pagi hari, sedangkan siswa SDN 026 Bojongloa di siang harinya.

Lalu untuk rencana jangka panjang, Pemkot Bandung sudah menyiapkan lahan di Komplek Cibaduyut Permai untuk calon gedung baru SDN 026 Bojongloa. Sayangnya, rencana pembangunan di sana justru malah mendapat penolakan dari warga.

Mengenai penolakan rencana pembangunan gedung baru, Cecep Darmawan meminta Pemkot Bandung untuk melakukan pendekatan kepada warga di sana. Sehingga, warga memiliki jaminan kekhawatiran yang mereka takutkan tidak harus merenggut hak pendidikan siswa SDN 026 Bojongloa.

"Harus ada pendekatan dari pemkot ke warga, dijamin bahwa sekolah itu tidak mengganggu kenyamanan, tidak mengganggu aktivitas mereka. Bahkan, libatkan juga warganya supaya jadi bagian dari ekosistem sekolah," ucapnya.

Cecep turut mengingatkan Pemkot Bandung supaya bisa menyediakan guru konselor bagi siswa SDN 026 Bojongloa. Sebab ia mengkhawatirkan kondisi psikologis siswa maupun guru di sekolah tersebut jadi terganggu akibat konflik sengketa lahan tersebut.

"Kalau bisa sih hadirkan ahli konseling untuk anak-anak, termasuk ke gurunya. Secara bertahap dilakukan treatment ya pada anak itu, supaya si mentalnya sehat kembali," tuturnya.

"Kalau perlu ya pemkot juga dalam komunikasi itu sekaligus minta maaf ya. Karena itu kan di luar kuasa pemkot, dan kan itu masalahnya bukan masalah hari ini. Itu masalah bertahun-tahun," tambahnya.

Karena kondisinya sudah darurat, opsi relokasi sementara jadi pilihan terakhir yang harus dijalankan Pemkot Bandung. Cecep pun mengingatkan agar opsi ini tidak menimbulkan kegaduhan baik bagi penghuni di sekolah lama maupun penghuni barunya.

"Harus dijamin bahwa tidak ada gesekan, malah harus saling menjaga. Jangan sampai misalnya, anak-anak yang lama itu merasa terganggu. Terus anak-anak yang baru merasa bahwa itu bukan rumah mereka," pungkasnya.

(ral/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads