Makna Kemerdekaan Bagi Para Lansia Telantar di Karawang

Makna Kemerdekaan Bagi Para Lansia Telantar di Karawang

Irvan Maulana - detikJabar
Senin, 17 Agu 2026 19:31 WIB
Para lansia ikut merayakan HUT ke-81 RI
Para lansia ikut merayakan HUT ke-81 RI (Foto: Istimewa).
Karawang -

Panas matahari tidak seterik biasanya, agak redup namun tetap cerah di langit Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Cuaca yang bersahabat itu seakan ikut menyambut senyum para abah dan emak lanjut usia (lansia) yang tengah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Momen kemerdekaan ini dirayakan dengan penuh antusias meski terkesan sangat sederhana. Setidaknya, para lansia telantar ini ikut merasakan nuansa hari kemerdekaan di tengah keterbatasan Griya Lansia (panti jompo) Jawa Barat yang mereka huni, mungkin hingga akhir hayat nanti.

Hal itu setidaknya dirasakan oleh Mak Emih, salah satu penghuni Griya Lansia Jawa Barat. Baru tahun ini, sepanjang hidupnya, Mak Emih bisa ikut merayakan hari kemerdekaan dengan penuh keceriaan dan rasa hormat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Usia emak kebetulan juga 81 tahun bulan ini, Alhamdulillah hari ini bisa ikut acara agustusan, merasa bangsa dan dihormati anak-anak muda, tadi juga juara 3 emak ikut lomba lempar bola pingpong," ucap Mak Emih sembari memperlihatkan sebuah tongkat hadiah lombanya di Griya Lansia Jawa Barat, Senin (17/8/2026).

Keseharian yang biasanya hanya diisi dengan senam, makan, dan bercerita sembari membuat kerajinan tangan bersama rekan sesama penghuni, kini dihiasi aktivitas berbeda. Bagi Mak Entih dan rekan-rekan di Griya Lansia, suasana seperti ini tentu sangat dinantikan.

ADVERTISEMENT

Sejatinya meski telantar, mereka tetaplah seorang ibu, ayah, nenek, maupun kakek yang membutuhkan kehangatan keluarga di tengah teduhnya suasana Griya Lansia.

"Hari ini kita kedatangan anak-anak Kejaksaan, ngajakin emak ikut lomba-lomba agustusan. Seumur hidup emak baru sekarang ini merasakan ikut acara begini. Sejak kecil emak bahkan tidak pernah ikut lomba, apa lagi diajak keluarga, anak-anak emak juga gak tahu dimana," terang Mak Emih seraya menunjuk ke arah rombongan Kejaksaan Negeri Karawang yang saat itu berinisiatif melaksanakan peringatan hari kemerdekaan di sana.

Bagi Mak Emih, kegiatan yang mungkin dianggap sebagai keseruan biasa oleh masyarakat umum, terasa sangat luar biasa. Sebab, sisa hidupnya kini hanya dihabiskan bersama pengurus panti jompo, tanpa kebersamaan dengan keluarga kandung.

Di usianya yang telah senja, Mak Emih tahu betul bagaimana sulitnya mempertahankan kemerdekaan. Ia lahir bersamaan dengan bangsa yang saat itu baru saja memproklamasikan diri.

"Emak lahir taun 45, memang gak tahu apa-apa soal kemerdekaan, tapi emak merasakan sulitnya zaman PKI, bagaimana emak dan orang tua dulu kelaparan. Emak masih bersyukur diberi kesempatan hidup sampai dengan saat ini, meski tidak terlibat langsung dalam masa perjuangan tapi emak rakyat yang merasakan dimana saat itu, kita hidup penuh kesulitan," paparnya.

Mak Entih juga menitipkan pesan kepada generasi penerus agar tetap bangga dengan Indonesia. Sesulit apa pun kondisi hari ini, menurutnya, tentu tidak sebanding dengan penderitaan zaman dahulu.

"Kalian semua harus bangga jadi bangsa Indonesia, karena sesulit-sulitnya hari ini, tentulah tidak sesulit emak dahulu. Hari ini semuanya mungkin serba mudah, dan pesan emak semuanya harus tetap bersyukur," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Dedy Irwan Virantama, menuturkan bahwa pihaknya telah merencanakan kegiatan ini sejak dua pekan terakhir. Tujuannya sederhana: berbagi kebahagiaan bersama para lansia.

"Kita memang sudah rencanakan kegiatan ini, agendanya kita silaturahmi dengan para emak dan abah, kita mengumpulkan sembako, dan alat-alat bantu seperti tongkat, worker, dan toilet duduk untuk keperluan mereka," papar Dedy.

Dedy mengungkapkan, para lansia telantar ini mungkin kerap luput dari perhatian. Sebagai pejabat daerah, ia juga mengingatkan para pemuda akan pentingnya memuliakan orang tua.

"Para lansia ini kasian, mereka terlantar, mungkin juga luput dari perhatian. Tapi dengan semangat hari kemerdekaan ini, kita juga turut mengingatkan agar para anak muda saat ini ingat sama orang tuanya, kami dan pak Bupati juga sangat konsen terhadap kebutuhan dasar yang menyangkut dengan fasilitas lansia di Karawang," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Berendam Nikmat di Kolam Air Panas ala Jepang di Hotel di Karawang"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads