Identitas mayat perempuan berdaster yang ditemukan mengambang di aliran Sungai Cicatih, Kampung Sukamaju RT 02/01, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama Ooy (68), seorang lansia asal Kampung Kubang RT 004/005, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak BPBD Kabupaten Sukabumi, M. Mawaldi, membenarkan bahwa proses evakuasi telah dilakukan bersama tim gabungan setelah menerima laporan temuan jenazah dari perangkat desa setempat.
"Benar, kami menerima laporan terkait temu mayat seorang wanita paruh baya pada Minggu (16/8/2026) sekira pukul 14.00 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup di pinggiran Sungai Cicatih oleh saksi warga dan pihak desa, kemudian langsung dikoordinasikan dengan Polsek Cibadak untuk olah TKP dan evakuasi ke RSUD Sekarwangi," ujar Mawaldi.
Mawaldi menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui meninggalkan rumah sejak dua hari sebelum ditemukan. Anak korban, Yandi Royandi (52), mengenali betul ciri-ciri pakaian yang dikenakan almarhumah.
"Menurut penuturan pihak keluarga, almarhumah sudah tidak ada di rumah sejak Jumat (14/8) sekitar pukul 13.00 WIB dengan mengenakan daster merah bercorak bunga dan kerudung cokelat. Korban juga diketahui memiliki riwayat pikun dan kerap pergi keluar tanpa pamit. Keluarga sempat mencari namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya ada kabar penemuan di sungai," jelas Mawaldi.
Lebih lanjut, Mawaldi memaparkan bahwa hasil pemeriksaan tim medis dokter jaga RSUD Sekarwangi menunjukkan kondisi fisik korban sudah mengalami perubahan akibat terendam air.
"Dari hasil pemeriksaan dokter jaga di RSUD Sekarwangi, korban dipastikan berjenis kelamin perempuan memakai daster lengan pendek merah bercorak. Kondisi kulit di beberapa bagian sudah terkelupas, jari serta telapak tangan tampak putih dan keriput, serta area wajah membengkak," ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban dan memilih untuk tidak melakukan proses autopsi lanjutan.
"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, sudah membuat surat pernyataan serta video penolakan karena telah ikhlas menerima peristiwa ini sebagai musibah murni," pungkas Mawaldi.
(sya/orb)
