Kabar menyedihkan datang dari keluarga pemain Persib Bandung sekaligus Timnas Indonesia, Saddil Ramdani. Rumah sang ayah, La Pantasi, yang berlokasi di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), hangus dilalap si jago merah. Polisi menaksir kerugian akibat insiden memilukan ini mencapai angka Rp 150 juta.
"Total kerugian kebakaran rumah (ayah Saddil) ditaksir mencapai Rp 150 juta," kata Kapolsek Lawa Ipda Jaman dalam keterangannya dikutip dari detikSulsel, Minggu (16/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran ini melanda kampung halaman Saddil di Desa Barangka, Kecamatan Barangka, Mubar, pada Jumat (14/8) sekitar pukul 16.20 Wita. Ipda Jaman menjelaskan bangunan yang terbakar merupakan rumah semi permanen seluas 114,5 meter persegi.
"Bangunan rumah korban merupakan semi permanen beratap seng dan berlantai keramik," ujar dia.
Nahasnya, saat api mulai mengamuk, La Pantasi beserta istrinya sedang tidak berada di tempat. Keduanya diketahui tengah berada di Desa Guali, Kecamatan Kusambi, untuk memberikan dukungan kepada sang cucu yang sedang mengikuti lomba gerak jalan.
"Korban bersama istrinya meninggalkan rumah pukul 14.00 Wita," jelas Jaman.
Kronologi bermula saat seorang warga bernama Samsuddi yang tengah berada di bengkel melihat kepulan asap hitam pekat membubung dari arah timur. Curiga dengan pemandangan tersebut, ia segera menuju sumber asap dan mendapati api sudah menguasai rumah korban.
"Saat tiba di lokasi api sudah membesar sehingga saksi hanya bisa berteriak meminta pertolongan," ungkapnya.
Warga sekitar pun langsung berhamburan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, amukan api yang begitu cepat membuat warga tak berdaya untuk masuk ke dalam rumah demi menyelamatkan harta benda.
"Warga hanya bisa menyelamatkan sepeda motor milik korban dan satu unit mobil yang terparkir di sekitar lokasi," ujarnya.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil tergolong besar karena hampir seluruh isi rumah ludes tak bersisa. Mulai dari furnitur seperti lemari kayu dan tempat tidur, hingga alat elektronik seperti kulkas, televisi, dan ponsel pintar semuanya hangus terbakar.
"Uang tunai Rp 2 juta, sembako, seluruh perabot dapur, serta dokumen penting berupa ijazah SD, SMP, SMA dan sertifikat tanah juga ikut terbakar," bebernya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Muna Barat, La Utu, menyebutkan pihaknya menerima laporan pada pukul 16.16 Wita. Tim Damkar segera meluncur ke lokasi, namun api sudah terlanjur melahap seluruh bangunan saat mereka tiba.
"Saat tiba di lokasi, api sudah melalap seluruh rumah. Anggota langsung melakukan pemadaman sisa api yang membakar bangunan," kata La Utu.
Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dari kebakaran tersebut. La Utu kembali menegaskan tidak ada nyawa yang melayang dalam musibah ini.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di detik Sulsel
(orb/orb)
