Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menelan puluhan korban jiwa. Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus berjibaku melakukan evakuasi dan pemulihan di berbagai titik terdampak.
Merespons bencana tersebut, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan akan segera bertolak ke lokasi gempa. Ia menegaskan telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai elemen untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
"Terkait gempa di NTT langsung hari ini kami DPR RI akan berangkat ke lokasi. Beberapa anggota DPR RI yang ada di Dapil sana sudah berkomunimasi dengan kami, kemudian tim pengawasan bencana sudah berjalan komunikasi," ujar Cucun saat ditemui di Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Minggu (16/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cucun menjelaskan, kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan efektivitas status tanggap darurat pascagempa. Pihak legislatif berkomitmen untuk terus mengawasi jalannya pemulihan di wilayah terdampak.
"Pemerintah juga sudah turun kita akan mengawasi sejauh mana penanganan tanggap darurat yang dilakukan oleh pemerintah. Kita juga sudah lihat semua kementerian lembaga dikerahkan untuk menangani tanggap darurat bencana ini," katanya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) NTT sudah bergerak di lapangan, termasuk dalam penyaluran bantuan bagi warga.
"Dan DPR para pemilik Dapil di sana di NTT sudah bergerak juga," jelasnya.
Data BNPB
Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal dunia akibat gempa M 7,7 ini telah mencapai 47 orang. Selain korban jiwa, ratusan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan serius.
"Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (15/8).
Selain proses evakuasi, petugas medis tengah memberikan perawatan intensif bagi korban luka-luka. BNPB bersama instansi terkait juga mulai mendistribusikan bantuan logistik pangan dan non-pangan ke zona bencana.
Baca juga: Sorotan Ahli ITB soal Gempa Mengguncang NTT |
Hingga Sabtu (15/8) pukul 17.00 WIB, data sementara menunjukkan 157 unit rumah rusak berat, 41 unit rusak sedang, dan 148 unit rusak ringan. Kerusakan juga melanda fasilitas publik, mencakup 87 unit fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, serta 6 gedung perkantoran.
Sementara itu, Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin, merinci sebaran korban di tingkat kabupaten. Di Manggarai Timur, tercatat 11 orang meninggal dunia dan 24 orang luka-luka. Di Kabupaten Sikka, terdapat 3 orang meninggal dan 2 orang luka-luka.
Untuk wilayah Manggarai Barat, tercatat 1 orang meninggal dunia dan 2 orang terluka. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan dampak paling besar, yakni 24 korban jiwa dan 22 orang luka-luka. Sedangkan di Kabupaten Nagekeo, dilaporkan 1 orang meninggal dunia.
