Kabar Internasional

Bukan Dongeng, Ini Kisah Planet Berlian yang Tersisa dari Bintang

Rachmatunnisa - detikJabar
Minggu, 16 Agu 2026 23:00 WIB
Planet berlian (Foto: NASA)
Jakarta -

Sebuah objek luar angkasa yang dijuluki planet berlian menarik perhatian astronom. Bukan karena permukaannya benar-benar dipenuhi permata, melainkan karena objek tersebut diduga memiliki material sangat padat yang kaya karbon.

Objek itu bernama PSR J1719-1438 b. Astronom menemukannya pada 2011 melalui metode pulsar timing. Julukan planet berlian muncul karena objek tersebut diduga merupakan sisa bintang yang telah kehilangan sebagian besar materinya.

Material yang tersisa kemungkinan kaya karbon dan berada dalam tekanan yang sangat ekstrem. Dalam kondisi tersebut, karbon secara teori dapat membentuk struktur kristal yang menyerupai berlian.

Namun, sebagaimana dilansir dari detikInet, sebutan planet berlian sebenarnya tidak berarti astronom telah melihat permukaan objek tersebut dan menemukan berlian di sana.

Massanya Lebih dari 380 Kali Bumi

Dikutip dari situs NASA, PSR J1719-1438 b memiliki massa minimum sekitar 1,2 kali massa Jupiter. Artinya, massanya lebih dari 380 kali massa Bumi.

Objek tersebut juga mengorbit pulsarnya dengan sangat cepat. Satu kali mengelilingi pulsar hanya membutuhkan waktu sekitar 2,2 jam.

Ada laporan yang menggambarkan ukurannya sekitar lima kali Bumi. Namun, angka tersebut perlu dilihat secara hati-hati karena radius PSR J1719-1438 b belum diketahui secara pasti.

Yang justru membuat objek ini luar biasa adalah kepadatannya. Penelitian saat pertama kali menemukannya memperkirakan kepadatannya setidaknya mencapai 23 gram per sentimeter kubik.

Sebagai perbandingan, kepadatan rata-rata Bumi hanya sekitar 5,5 gram per sentimeter kubik.

Kepadatan yang sangat tinggi tersebut menjadi salah satu petunjuk mengenai asal-usul objek.

Bukan Planet Biasa

Para peneliti menduga PSR J1719-1438 b kemungkinan merupakan katai putih bermassa sangat rendah yang kehilangan sebagian besar lapisan luarnya setelah berinteraksi dengan pulsar.

Dengan demikian, objek tersebut kemungkinan tidak terbentuk seperti planet pada umumnya.

PSR J1719-1438 b berada dalam sistem bersama sebuah pulsar. Pulsar merupakan bintang neutron yang berputar sangat cepat dan memancarkan gelombang radio secara berkala.

Interaksi gravitasi antara pulsar dan bintang pendampingnya diduga menyebabkan sebagian besar materi bintang tersebut tersedot ke arah pulsar.

Yang tersisa kemudian berubah menjadi objek dengan kepadatan luar biasa tinggi. Astronom memperkirakan hanya sekitar 0,1 persen massa awal bintang pendamping yang mungkin masih tersisa.

Karbon yang terdapat dalam material tersebut kemudian diduga mengalami tekanan yang sangat besar. Dari sinilah muncul gambaran populer mengenai "planet berlian".

Namun, tidak ada astronom yang pernah melihat permukaan PSR J1719-1438 b secara langsung dan memastikan keberadaan berlian di sana.

Istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai julukan untuk menggambarkan kemungkinan komposisi karbon serta kondisi ekstrem yang dialami material objek tersebut.

Kesimpulan itu dibuat berdasarkan massa, kepadatan, orbit, serta sejarah evolusinya, bukan berdasarkan foto permukaan yang menunjukkan berlian.




(rns/dir)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork