Mengenal GJ 523b, 'Mega-Earth' Langka yang Punya Orbit Nyeleneh

Kabar Internasional

Mengenal GJ 523b, 'Mega-Earth' Langka yang Punya Orbit Nyeleneh

Rachmatunisa - detikJabar
Selasa, 25 Agu 2026 13:00 WIB
Mega-Earth
Mega Earth (Foto: Wikimedia Commons).
Bandung -

Para astronom baru saja menemukan sebuah planet "bandel" yang sukses membuat teori pembentukan planet kembali dipertanyakan. Planet bernama GJ 523b ini memiliki massa sekitar 23 kali lipat Bumi, namun uniknya, ukurannya hanya 2,5 kali radius Bumi.

Keanehan GJ 523b tidak berhenti di situ. Planet ini memiliki orbit yang hampir tegak lurus terhadap bidang orbit bintang induknya. Karakteristik langka ini membuatnya masuk ke dalam kategori eksklusif yang disebut mega-Earth atau Bumi raksasa.

Sosok di balik penemuan ini adalah tim yang dipimpin oleh mahasiswa pascasarjana Max Kroft dan astronom Thomas Beatty dari University of Wisconsin-Madison. Diketahui, GJ 523b menyelesaikan satu putaran orbit pada bintangnya, GJ 523, setiap 17,8 hari sekali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara fisik, GJ 523b memang sangat tidak biasa. Meski radiusnya hanya 2,5 kali Bumi, massanya yang mencapai 23 kali Bumi membuat kepadatannya sekitar 50% lebih tinggi daripada planet kita. Padahal, biasanya planet dengan ukuran di antara Bumi dan Neptunus terbagi dalam dua kelompok besar saja.

Kelompok pertama adalah super-Earth, yakni planet berbatu dengan ukuran hingga dua kali Bumi. Kelompok kedua adalah sub-Neptune, planet yang lebih besar dan biasanya diselimuti gas tebal sehingga kepadatannya cenderung rendah.

ADVERTISEMENT

Nah, GJ 523b ini justru "ogah" masuk ke kedua kategori tersebut. Ukurannya dianggap terlalu bongsor untuk kelompok super-Earth, namun kepadatannya terlalu tinggi untuk disebut sebagai sub-Neptune. Misteri ini semakin nyata jika kita melihat kekuatan gravitasinya.

Secara teori, planet dengan massa sebesar itu seharusnya memiliki gravitasi yang sangat kuat untuk menarik dan mempertahankan gas hidrogen. Artinya, GJ 523b seharusnya memiliki atmosfer yang sangat tebal dan lebih mirip dengan sub-Neptune.

Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal berbeda. Pengamatan membuktikan planet ini memiliki sedikit atau hampir tidak ada gas di sekelilingnya. Para ahli menduga, GJ 523b dulunya berada jauh lebih dekat dengan bintangnya, di mana suhu ekstrem membuat seluruh hidrogennya menguap ke angkasa.

Meski begitu, skenario tersebut masih menyisakan teka-teki besar: jika memang dulu planet ini berada sangat dekat dengan bintang induknya, apa yang menyebabkannya "pindah rumah" ke orbitnya yang sekarang?

Kemungkinan lainnya, planet ini terbentuk dari tabrakan hebat dua planet yang masing-masing memiliki massa beberapa kali Bumi. Tumbukan dahsyat tersebut menghasilkan panas luar biasa yang membantu melepaskan sebagian besar kandungan hidrogennya.

Satu lagi yang bikin geleng-geleng kepala adalah orbitnya yang bersifat polar. Jalur orbit GJ 523b hampir tegak lurus terhadap bidang ekuator bintangnya. Padahal, mayoritas planet di alam semesta biasanya mengorbit pada bidang yang sejajar dengan ekuator bintang mereka.

Para astronom menduga ada planet lain berukuran jauh lebih besar yang pernah mengganggu orbit GJ 523b melalui tarikan gravitasi. Sayangnya, hingga saat ini "pelaku" atau planet pendamping tersebut masih belum ditemukan.

Kini, para ilmuwan menaruh harapan besar pada pengamatan lanjutan menggunakan metode radial velocity serta data dari teleskop Gaia. Mereka ingin mengungkap apakah ada planet raksasa yang selama ini bersembunyi di sistem tersebut.

Penemuan GJ 523b menjadi tonggak penting bagi dunia astronomi. Hal ini membuktikan bahwa kelompok mega-Earth adalah nyata dan bukan sekadar anomali dari satu objek saja.

"Selama satu dekade terakhir, sampelnya berkembang menjadi 13 dunia seperti ini, dan akhirnya jumlah itu cukup untuk melakukan analisis statistik," kata salah satu peneliti studi ini, Thomas Beatty seperti dikutip dari IFLScience.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Astronaut Artemis II Terpukau Lihat Bulan dari Dekat: Banyak Keajaiban"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads