Tak ada lagi negara kepulauan di Samudera Pasifik bernama Nauru. Sebagai gantinya, Nauru kini berganti nama menjadi Republik Naoero.
Negara kepulauan di Samudra Pasifik, Nauru, resmi bersalin nama menjadi Republik Naoero. Langkah besar ini diambil demi mengembalikan identitas asli negara tersebut, sesuai dengan ejaan dan pelafalan dalam bahasa nasional mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya nama negara yang berubah, kode internasional pun ikut bergeser dari NRU menjadi NRO. Begitu juga dengan sebutan bagi warga negaranya, yang kini berganti dari Nauruan menjadi dei-Naoero.
Secara pelafalan, nama Naoero diucapkan 'Now-ero'. Ini berbeda dengan pelafalan Nauru yang selama ini lebih akrab di telinga dunia sebagai 'Now-roo'.
"Perubahan yang diusulkan ini bertujuan untuk lebih menghormati warisan bangsa kita, bahasa kita, dan identitas kita," jelas Presiden Republik Naoero, David Adeang, dikutip detikTravel dari The Guardian.
Pemerintah setempat memutuskan untuk tidak menggelar referendum setelah melalui berbagai pembahasan. Mereka menilai, nama Naoero sebenarnya tidak pernah hilang dari jati diri masyarakat setempat.
"Meskipun referendum dimaksudkan untuk menentukan kehendak rakyat, nama Naoero tidak pernah hilang, melainkan menunggu untuk sepenuhnya diterima," tulis pernyataan resmi pemerintah.
Nama Naoero sendiri sebenarnya sudah lama menghiasi lambang negara dan diakui dalam konstitusi. Dengan populasi sekitar 12 ribu jiwa, Naoero menyandang status sebagai negara berpenduduk paling sedikit ketiga di dunia, tepat di bawah Vatikan dan Tuvalu.
Selain populasinya yang mungil, Naoero juga menduduki posisi ketiga sebagai negara terkecil di dunia secara luas wilayah, setelah Vatikan dan Monako.
Menilik sejarahnya, negara ini pernah dijajah oleh Jerman dan berada di bawah administrasi Australia sebelum akhirnya meraih kemerdekaan pada 1968. Naoero juga sempat mengecap masa kejayaan ekonomi berkat tambang fosfat pada era 1970-an.
Sekilas Pariwisata di Republik Naoero
Meski jarang terdengar sebagai destinasi utama, Naoero menyimpan pesona tersembunyi yang layak dijelajahi. Mulai dari panorama alam yang eksotis hingga jejak sejarah yang kuat.
Merujuk informasi dari Pacific Tourism Organisation, salah satu primadonanya adalah Anibare Bay. Kawasan ini menawarkan hamparan pasir putih halus yang memanjakan mata, berpadu sempurna dengan jernihnya air biru Samudra Pasifik.
Ada juga kawasan 'Topside' yang kerap dijuluki sebagai 'a lunar landscape on Earth'. Area ini merupakan bekas penambangan fosfat dengan kontur permukaan unik yang menyerupai lanskap di Bulan.
Bagi pencinta sejarah, Command Ridge & World War II Route menjadi destinasi wajib. Berada di ketinggian 71 meter di atas permukaan laut-titik tertinggi di negara ini-pengunjung bisa melihat langsung sisa-sisa peninggalan militer Jepang era Perang Dunia II, mulai dari bunker, meriam, hingga bekas pusat komunikasi.
Artikel ini telah tayang di detikTravel
(upd/orb)
