Jabar Hari Ini: Evakuasi Dramatis Jasad Aam dari Sarang King Kobra

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 12 Agu 2026 22:00 WIB
Proses evakuasi mayat perempuan di dalam sumur di Tasikmalaya. (Foto: Deden Rahadian/detikJabar)
Bandung -

Beragam peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Rabu (12/8/2026). Mulai dari evakuasi jasad Aam dari sarang king kobra di Tasikmalaya, hingga kebakaran lansia berusia 88 tahun yang dijambret di jalanan Kota Bandung. Berikut selengkapnya.

Pria Misterius Kembali Beraksi Lakukan Pembakaran di Bandung

Aksi pembakaran misterius kembali meresahkan warga. Setelah sebelumnya menyasar wilayah Andir, Astanaanyar, hingga Cimahi, pelaku yang diduga orang yang sama kini beraksi di kawasan Bojongloa Kulon, Kota Bandung.

Insiden terbaru ini terjadi di sebuah permukiman di Kelurahan Cijerah pada Minggu (9/8/2026) dini hari. Rekaman CCTV yang memperlihatkan gerak-gerik pelaku kini viral di media sosial. Berdasarkan laporan warga, pelaku membakar sejumlah objek mulai dari sepeda motor, jemuran pakaian, hingga penutup (cover) mobil milik penghuni setempat.

Kapolsek Bandung Kulon, Kompol Taufik, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan tengah melakukan pendalaman intensif.

"Lagi ditindaklanjuti, kejadianya beberapa hari yang lalu," kata Taufik, Rabu (12/8/2026).

Taufik mengungkapkan adanya kemiripan kuat pada ciri-ciri pelaku dengan rentetan kasus pembakaran yang terjadi sebelumnya di wilayah lain, termasuk aksi pembakaran bendera dan bangunan.

"Diduga terkait dengan yang Andir," tambahnya.

Saat ini, personel kepolisian masih berada di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap motif di balik aksi berantai tersebut.

"Reskrim lagi lidik dulu. Obyek yang dibakar masih dicek dan penyidik masih di TKP," pungkasnya.

Penemuan Mayat yang 'Dijaga' Ular Kobra

Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam sumur di lahan perkebunan warga di Kampung Cilolohan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Korban bernama Aam Amelia (45), warga sekitar.

"Benar kami menerima laporan masyarakat ada penemuan mayat dalam sumur, kami koordinasi dengan Pos SAR Tasikmalaya, TAGANA, BPBD TNI dan aparat lainya untuk evakuasi korban," kata Kapolsek Tanjungjaya Ipda Hendi Herdiansyah kepada detikJabar, Rabu (12/8/2026) siang.

Proses evakuasi jenazah korban terkendala. Penyebabnya, di dasar sumur terdapat ular kobra besar.

"Jadi memang sudah dicoba kedalam, tapi ada ular kobra besar dan berbahaya. Tim SAR masih berupaya mencari jalan keluar evakuasi yang aman dan tidak beresiko sebabkan korban lain," kata Ipda Hendi Herdiansyah.

Hendi Herdiansyah mengatakan korban dilaporkan hilang selama 12 hari oleh keluarga. Dia diketahui warga mengalami gangguan psikis.

Korban pertama kali ditemukan setelah warga mencium bau tidak sedap dari area sumur. Setelah dicek, ternyata sumber bau berasal dari dalam sumur sedalam 11 sampai 12 meter.

"Menurut warga, korban memang mengalami gangguan kejiwaan, tetapi kami masih fokus bagaimana bisa dievakuasi jasadnya," kata Hendi.

Tim SAR gabungan dari Pos SAR Tasikmalaya, TAGANA, BPBD, polisi, Damkar dan warga langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah. Namun upaya evakuasi harus berulang kali terhenti.

Kepala Pos SAR Tasikmalaya, Bagus mengatakan di dasar sumur ditemukan seekor ular kobra berukuran besar yang membahayakan petugas.

"Sampai siang ini belum bisa evakuasi mayat karena ada ular berbisa. Kedalaman sumur 11 sampai 12 meter. Kami akan evakuasi ular dulu baru korban. Karena berbisa jadi membahayakan tim evakuasinya," ujar Bagus.

Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan

Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Rabu (12/8/2026). Hingga siang hari, kobaran api dilaporkan terus meluas dan menyelimuti kawasan sekitar dengan asap pekat.

Pantauan di lokasi pada pukul 14.00 WIB, kepulan asap tebal membubung tinggi, membatasi jarak pandang di seluruh area TPSA. Tim gabungan dari Damkar, BPBD, TNI, dan Polri masih berjibaku memadamkan api di tengah tumpukan sampah yang terus terbakar.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu, mengonfirmasi bahwa api telah menghanguskan sekitar 2 hektare dari total 5 hektare lahan TPSA. Kebakaran ini terdeteksi muncul sejak pukul 05.00 WIB.

"Penanganannya masih dalam proses penanganan tim gabungan dari TNI, Polri, Damkar, BPBD, LH, dari kecamatan juga, desa ada. Nah, jadi masih berlangsung dan sepertinya semakin meluas. Kisarannya mungkin sekarang lebih dari 2 hektar yang jelas sih, dari total sekitar 5 hektar. Hampir setengahnya yang terbakar. Ada beberapa titik yang sempat terbakar kembali dan meluas terutama di sebelah timur," tutur Indra di lokasi kejadian.

Upaya pemadaman menghadapi kendala serius. Selain asap yang sangat pekat, petugas harus mengambil air dari sumber yang berjarak lebih dari 2 kilometer. Angin kencang di lokasi juga memicu api kembali berkobar meski sempat dipadamkan di beberapa titik.

"Memang kesulitannya sekarang dengan intensitas angin yang akhirnya memicu asap juga kan cukup tebal. Itu juga cukup berbahaya bagi masyarakat dan para petugas yang sedang dalam proses pemadaman. Mungkin ke sumber air cukup jauh juga. Lebih dari 2 kilo dan ini butuh waktu hampir 20 menit kalau bolak-balik," kata Indra.

Dampak polusi asap kini mulai dirasakan warga Desa Garatengah dan pengguna jalan baru di sekitar lokasi. Petugas mengimbau masyarakat untuk menjauhi area kebakaran demi keselamatan kesehatan.

"Ini menimbulkan polusi asap ke sekitar warga Desa Garatengah, ataupun ke jalan baru. Ketika melintas di daerah tersebut, berhati-hati karena angin cukup kencang dan ketebalan asap lumayan. Serta untuk masyarakat tidak mendekat dulu ke TPSA atau area kebakaran karena asap ini juga cukup berbahaya. Pemicunya belum, Pak. Ini masih dalam pendalaman oleh pihak-pihak terkait. Kita mungkin saat ini fokus lebih ke penanganan supaya tidak melebar," pungkas Indra.




(yum/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork