Ponpes Nurul Huda Tasikmalaya Terbakar, Satu Santri Luka

Ponpes Nurul Huda Tasikmalaya Terbakar, Satu Santri Luka

Deden Rahadian - detikJabar
Selasa, 11 Agu 2026 16:23 WIB
Petugas memadamkan sisa-sisa kebakaran di ponpes Tasikmalaya.
Petugas memadamkan sisa-sisa kebakaran di ponpes Tasikmalaya. (Foto: Istimewa)
Tasikmalaya -

Kebakaran melanda Pondok Pesantren Nurul Huda di Kampung Kubanghurang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026). Dua bangunan asrama santri laki-laki ludes terbakar.

Banyak material yang mudah terbakar membuat api cepat menjalar. Selain bangunan semi permanen, banyak pakaian santri dan kitab yang mudah terbakar jadi penyebabnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bangunan yang terbakar merupakan berukuran 20x8 meter itu ludes dilalap api.

"Berdasarkan kajian cepat Damkar Kabupaten Tasikmalaya kami langsung turun tangan," kata Danru Damkar UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Aam.

ADVERTISEMENT

Aam menyebut awal mula kejadian saat saksi Hikam Fausi berada di toilet. Ia mendengar suara letupan lalu melihat kepulan asap dan api dari bagian meteran listrik.

"Korban berupaya memadamkan api menggunakan air dari dalam toilet, namun asap dan api sudah membesar sehingga korban loncat keluar bangunan melewati jendela," kata Aam.

Akibatnya Hikam mengalami luka bakar ringan pada bagian punggung. Ia kemudian dibawa ke UPTD Puskesmas Cisaruni untuk mendapatkan pengobatan.

Api berhasil dipadamkan oleh warga sekitar menggunakan mesin pompa air dan ember yang diambil dari kolam di depan bangunan.

"Ada unit Damkar Kabupaten Tasikmalaya juga mengerahkan 4 unit mobil pemadam ke lokasi, terdiri dari fire jeep, fire truck Sentosa, fire truck 03, dan Isuzu Sinchan," ucap Aam.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, H Fajri Adi Nugraha memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun satu orang santri mengalami luka-luka karena saat kejadian sedang sakit dan beristirahat di dalam asrama.

Total terdapat dua asrama laki-laki yang hangus terbakar. "Untuk korban jiwa tidak ada. Korban luka-luka ada satu orang karena yang bersangkutan sedang sakit. Sebagian santri sedang melaksanakan pembelajaran di sekolah, jadi satu orang tersebut sedang tidur dan langsung loncat ke kolam," ujarnya.

Kobaran api menghanguskan hampir seluruh barang milik santri yang ada di dalam asrama. Pascakebakaran, Kemenag bersama pihak pesantren memindahkan para santri ke ruang kelas untuk tempat tinggal sementara agar kegiatan belajar tetap berjalan.

"Sekarang kami Kementerian Agama sudah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan. Yang dari asrama sementara tinggal di tempat pembelajaran, di satu kelas untuk tempat tinggal sementara," kata Fajri.

Fajri menyebut para santri saat ini kehilangan seluruh perlengkapan. Pakaian yang dimiliki hanya yang melekat di badan.

Kemenag Tasikmalaya pun berkoordinasi dengan BAZNAS untuk menyalurkan bantuan mendesak berupa pakaian layak pakai, Al-Qur'an, kitab-kitab, dan perlengkapan pribadi santri.

"Pakaian yang dipunya hanya yang dipakai saja, semuanya sudah habis terlalap jago merah. Sementara kami mengajukan ke BAZNAS, mudah-mudahan ada baju layak pakai yang nanti bisa disalurkan," ujarnya.

"Memerlukan beberapa hal, terutama Al-Qur'an, kitab yang dikaji dan juga utamanya keperluan pribadi dari para santri karena memang sudah tidak tersisa," tambahnya.

Kemenag mengajak masyarakat dan umat Muslim untuk membantu para santri terdampak. Bantuan dibutuhkan untuk kebutuhan pribadi santri dan juga untuk pembangunan kembali asrama yang hangus.

"Kami mengajak seluruh warga muslim dan juga warga sekitar untuk dapat membantu saudara kita, terutama para santri yang sedang menimba ilmu di Pesantren Nurul Huda yang terjadi kebakaran," katanya.

Hingga saat ini penyebab kebakaran dan total kerugian masih dalam pendataan oleh pihak terkait.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads