Tim SAR Perluas Radius Pencarian Nakhoda Hilang di Pangandaran

Tim SAR Perluas Radius Pencarian Nakhoda Hilang di Pangandaran

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 11 Agu 2026 12:20 WIB
Titik pencarian petugas di Pantai Pangandaran
Titik pencarian petugas di Pantai Pangandaran. (Foto: Aldi Nur Fadillah)
Pangandaran -

Debur ombak di Pantai Barat Pangandaran pada Selasa (11/8/2026) membawa kabar pilu. Di tengah cuaca yang tak menentu, Tim SAR Gabungan kembali berjibaku, memulai pencarian hari kedua untuk menemukan seorang nakhoda perahu yang dilaporkan hilang saat hendak melaut.

Sejak pagi buta, sejumlah perahu nelayan telah dikerahkan. Mereka membelah ombak, menyisir setiap sudut perairan yang menjadi saksi bisu hilangnya sang nakhoda. Pencarian ini bukan perkara mudah; tim harus berhadapan langsung dengan arus laut yang kencang dan cuaca yang sulit diprediksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Paguyuban Perahu Wisata Pesiar, Miswan, mengungkapkan bahwa pengerahan armada dilakukan secara bergiliran dari pagi hingga sore hari. Strategi ini diambil agar proses penyisiran tetap efektif meski kondisi alam sedang tidak bersahabat.

"Hari ini dua perahu sudah sweeping ke tengah. Arusnya sendiri bergerak ke arah barat, jadi kita menyusuri jalur arus yang biasa menjadi lokasi penemuan jika ada kejadian serupa," ujar Miswan saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (11/8/2026).

ADVERTISEMENT

Upaya pencarian sebenarnya tak pernah berhenti. Sejak malam sebelumnya, tim darat telah menyisir area pesisir, mulai dari blok Karangluhur hingga Cikenong. Namun, hingga matahari kembali meninggi, tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan.

Miswan menaruh kekhawatiran mendalam. Mengingat suhu air laut yang sangat dingin ditambah derasnya arus, ia memperkirakan korban bernama Suprianto tersebut telah terbawa jauh dari titik awal kejadian.

Musibah ini menjadi pengingat keras bagi para pelaut di Pangandaran. Miswan tak lelah mengimbau rekan-rekan nelayan untuk selalu mematuhi Prosedur Operasional Standar (SOP), terutama dalam penggunaan alat keselamatan diri.

"Setiap nakhoda maupun penumpang diharuskan menggunakan life jacket demi keselamatan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pos SAR Basarnas, Edwin Purnama, memutuskan untuk memperluas jangkauan operasi guna memperbesar peluang ditemukannya korban.

"Radius pencarian hari kedua diperluas hingga 3 kilometer. Arus memang cukup deras, tetapi kami tetap mengoptimalkan proses pencarian," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads