Sebuah perahu nelayan terbalik akibat dihantam gelombang tinggi saat hendak melaut di kawasan Pantai Barat Pangandaran, tepatnya di depan Villa Kuda, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Akibat insiden tersebut, seorang nakhoda atau tekong perahu dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian. Sementara itu, enam orang lainnya dilaporkan berhasil menyelamatkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saksi mata yang juga merupakan salah satu ABK selamat, Warsono, menuturkan insiden terjadi sesaat setelah perahu bertolak dari bibir pantai usai waktu salat Asar.
Rombongan tersebut rencananya akan melaut untuk memancing ikan layur yang saat ini sedang musim.
"Kejadian sekitar jam 4 sore, kita berangkat habis Asar. Total ada 7 orang sama ABK. Pas mau keluar, ombak sudah pecah. Perahu sempat mundur, tapi ada pecahan ombak lagi sekitar 3 sampai 4 meter yang menghantam. Perahu langsung terbalik," kata Warsono kepada detikJabar, di lokasi kejadian, Senin (10/8/2026).
Saat perahu terbalik, enam penumpang dan ABK berusaha berenang menuju tepi pantai untuk menyelamatkan diri. Namun, nakhoda perahu gagal menyelamatkan diri dan tersapu arus laut yang kuat.
Identitas Korban Hilang
Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Saiko Andrianto, mengonfirmasi korban hilang bernama Supri (40), seorang warga Desa Babakan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Pangandaran.
"Yang hilang itu Supri, tekong perahu, usia sekitar 40 tahunan warga Babakan Bojongsari. Lima penumpang dan satu ABK lainnya berhasil menyelamatkan diri," jelasnya.
Ia menambahkan, posisi perahu saat itu sedang melintang (malang) ketika dihantam gelombang pecah setinggi kurang lebih 3 meter. Kondisi tersebut menyebabkan perahu langsung terbalik ke arah barat.
Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, Tim SAR Barakuda bersama nelayan setempat sempat melakukan penyisiran awal di sepanjang garis pantai sejauh 1 kilometer ke arah barat dan selatan dengan menggunakan perahu pesiar.
Namun, mengingat kondisi cahaya yang mulai gelap serta batasan prosedur operasional standar (SOP), proses pencarian intensif akan dilanjutkan pada Selasa (11/8/2026) pagi.
"Sesuai SOP, operasional pencarian berlangsung dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Tadi tim sudah sempat turun menyisir pantai dari TKP sejauh 1 km. Untuk pencarian resmi dan penyisiran lanjutan akan kita optimalkan besok pagi mulai pukul 07.00 WIB," ungkapnya.
Pihak SAR juga mengimbau para nelayan dan wisatawan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Hal ini merujuk pada informasi peringatan dini dari BMKG yang mencatat adanya potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa hingga esok hari.
(orb/orb)
