Polisi masih menyelidiki sosok yang diduga meninggalkan bayi laki-laki di sebuah pos kamling Desa Jadimulya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (9/8/2026). Di sisi lain, warga sempat melihat sepasang remaja berada di sekitar lokasi pada dini hari sebelum bayi ditemukan.
Kapolsek Gunungjati, AKP M Qomaruddin, mengatakan bayi tersebut diperkirakan diletakkan di pos kamling sekitar pukul 03.00 WIB dan baru ditemukan warga sekitar pukul 05.00 WIB.
"Untuk penanganan kami saat ini masih lidik. Kami nanti akan meminta informasi kepada masyarakat setempat," kata Qomaruddin saat ditemui di Mapolsek Gunungjati, Senin (10/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi kini tengah menyisir kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, seluruh personel Bhabinkamtibmas dikerahkan untuk mendatangi puskesmas guna mencari informasi terkait warga yang melahirkan pada waktu tersebut.
"Kami memberdayakan seluruh Bhabinkamtibmas untuk bergerak aktif mendatangi seluruh puskesmas untuk memastikan adanya kelahiran masyarakat yang terjadi pada minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB," ujarnya.
Terkait dugaan pelaku, Qomaruddin menyebut pihaknya menerima laporan warga mengenai keberadaan sepasang remaja di sekitar pos pada dini hari. Namun, polisi masih mendalami kebenaran informasi tersebut.
"Informasinya seperti itu. Untuk lebih lanjut kami nanti akan cek lagi hasil dan sebagainya," tutur Qomaruddin.
Senada dengan kepolisian, Kunengsih (55), salah satu warga yang ikut menemukan bayi, mengaku mendengar kesaksian serupa. Ia mendapat informasi ada warga yang melihat sepasang remaja di pos kamling saat dini hari.
Menurut Kunengsih, saksi tersebut awalnya keluar rumah untuk mencari makan. Saat itulah, ia melihat seorang laki-laki dan perempuan yang tampak masih remaja sedang duduk di pos kamling.
"Ibu dengar ada warga sini, pemuda juga, sekitar jam 3.00 WIB, dia lapar, keluar cari mau makan, ada remaja duduk di pos. Katanya sih laki-laki dan peremuan," kata Kunengsih.
Meski demikian, saksi tersebut tidak mengetahui pasti tujuan kedua remaja itu berada di sana, termasuk apakah mereka membawa bayi atau tidak. "Dia nggak tahu kalau bawa bayi atau apa gitu," ucapnya.
Bayi malang tersebut ditemukan di dalam sebuah tas. Kunengsih menceritakan, awalnya tas itu ditemukan oleh seorang penjual serabi yang sedang berkemas. Namun, keberadaan bayi tidak langsung disadari karena tertutup kain.
"Orang jualan serabi itu udah beres-beres. Ada tas tuh, jadi ke situ. Tapi kan dedeknya nggak kelihatan ketutup kain," ungkapnya.
Kecurigaan muncul saat warga melihat tas tersebut bergerak. Ketika dibuka, terlihat tangan mungil bayi yang menyembul keluar. "Pas dibuka, tangannya nongol. 'Lah, ini bayi.' Jadi semua ribut, kaget," kenang Kunengsih.
Kunengsih kemudian bergegas mengangkat bayi tersebut. Saat ditemukan, bayi dalam kondisi tanpa pakaian dan tubuhnya masih basah.
Berdasarkan pemeriksaan bidan setempat, bayi laki-laki itu diperkirakan baru lahir sekitar tiga hingga empat jam sebelum ditemukan. Kondisi kesehatannya dinyatakan stabil.
"Kata Bu Bidan sekitar baru lahir sekitar 3 jam atau 4 jam. Kata Bu Bidan, 'Tapi bagus semua'," tuturnya.
Saat ini, bayi tersebut telah dievakuasi ke RSD Gunung Jati untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Sementara itu, kepolisian terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tersebut.
