Sentilan Menohok Bupati Asjap untuk ASN Sukabumi

Sentilan Menohok Bupati Asjap untuk ASN Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 10 Agu 2026 13:59 WIB
Bupati Sukabumi, Asep Japar
Bupati Sukabumi, Asep Japar (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Suasana pelantikan ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang digelar di Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu pada Senin (10/8/2026), diwarnai ketegasan tajam dari Bupati Sukabumi, Asep Japar.

Dalam pidatonya di hadapan 327 ASN yang dilantik, pria yang akrab disapa Asjap ini tampil bluntly honest alias blak-blakan membongkar dinamika internal birokrasi, menolak segala bentuk "orang titipan", hingga mengancam sanksi keras bagi pegawai yang mencoba membelot.

Di balik formalitas sumpah jabatan, Asjap menegaskan pilar utama pimpinan tunggal dalam birokrasi. Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) menghentikan klaim loyalisme kelompok atau merasa naik jabatan berkat bantuan pihak tertentu. Menurutnya, tidak ada istilah kelompok-kelompokan dalam struktur Pemkab Sukabumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sini tidak ada orang Bupati, di sini tidak ada orang Wakil Bupati, tidak ada orang Pak Sekda. Sama semua," tegas Kang Asjap di lokasi acara.

ADVERTISEMENT

Ia meminta para pejabat tidak mencari pahlawan di balik layar atau merasa berutang jasa pada figur tertentu setelah mendapat promosi. Pasalnya, seluruh keputusan mutasi dan rotasi murni berada di tangannya selaku pemegang otoritas tertinggi yang menandatangani Surat Keputusan (SK).

"Jadi, teman-teman yang dilantik hari ini hasil perjuangan, bukan hasil perjuangan yang lain, tapi saya yang menandatangani dalam surat keputusan itu," ujarnya menepis isu jual beli jabatan dan praktik kompromi transaksional.

Buka Suara Soal Ketidakpuasan, Ancam Tindakan Keras

Asjap tak menampik bahwa dari ratusan pejabat yang dirotasi, pasti ada segelintir pegawai yang merasa tidak puas. Namun, ia menyarankan agar ketidakpuasan itu disampaikan langsung kepada dirinya, bukan disebar menjadi rumor atau dilaporkan ke pihak luar. Bahkan, dengan nada satir ia menyisipkan pesan menohok.

"Mungkin dari 300 berapa, Pak? 327 ya mungkin ada 10%-nya yang tidak puas, ya. Tolong beritahu saya kalau tidak puas, kalau puas beritahu orang lain. Itu motto orang Padang, ya," ucapnya.

Kendati demikian, ketegasan tanpa kompromi membayang di balik kelakar tersebut. Bupati yang dikenal merakyat ini mengisyaratkan peringatan keras bagi ASN yang melompati jalur atau membangkang dengan mengadu ke mana-mana demi meragukan keputusannya. Ia menegaskan tidak ragu mengambil tindakan pendisiplinan yang lebih berat.

"Saya tunggu, ya. Saya tunggu. Biasanya yang tidak puas biasanya lapor ke mana-mana. Dan ini kebijakan saya ini. Silahkan. Saya tunggu, ya. Kalau mau mengadu ke mana-mana, dan saya akan melakukan demosi ketika mau mereka teman-teman seperti apa melakukan seperti itu. Saya akan melakukan tindakan yang lebih kejam nanti pada pegawai yang seperti itu," bentaknya tegas.

Ketegasan ini bukan gertakan sambal. Dalam pidatonya, Asjap mengungkapkan bahwa rekam jejak ketegasannya sudah terbukti lewat tindakan nyata pada sejumlah pejabat yang melanggar aturan birokrasi sebelumnya.

"Karena saya sudah melakukan demosi sekitar 5 orang bagi pejabat Eselon III, Eselon IV, dan pemecatan juga sudah dilakukan. Ya mudah-mudahan dalam 327 ini ketika ada yang membangkang, saya akan melakukan tindakan," pungkasnya.

"Masyarakat Adalah Raja", Ancam Tindak Pejabat Cuek

Ditemui usai pelantikan 327 pejabat Eselon III/a, III/b, dan Eselon IV tersebut, Asjap kembali memberikan penegasan tajam terkait filosofi pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa aparatur sipil negara sejatinya adalah pelayan rakyat, bukan pihak yang minta dilayani.

"Iya, kan kita harus melayani masyarakat dengan baik. Bahwa PNS itu, ASN, adalah pelayan masyarakat. Jadi hari ini, raja, masyarakat itu adalah raja. Yang betul itu harus dilayani dengan baik oleh kita," ujar Asjap kepada awak media.

Asjap bahkan mempersilakan masyarakat melapor secara langsung jika menemukan pejabat Pemkab Sukabumi yang bersikap arogan atau mengabaikan warga di lapangan. "Boleh. Ya, laporkan saja. Akan ditindak lah nanti ya," tegasnya saat ditanya mengenai sanksi bagi pejabat yang membelakangi rakyat.

Tak hanya itu, ia mempertegas kembali komitmennya dalam menindak pegawai yang tidak berkinerja baik maupun yang terbukti membangkang. Selain lima pejabat yang sudah dijatuhi sanksi demosi dan pemecatan, ia membocorkan masih ada pegawai lain yang tengah diproses.

"Akan melakukan itu (demosi) ketika misalkan orang tidak andal, saya akan melakukan itu. (Termasuk) ada yang lagi diproses sekarang. Ya kita harus adil lah," pungkas Asjap.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads