Sudah empat hari, namun kebakaran kawasan Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango masih belum berhasil dipadamkan. Meskipun telah menghanguskan sekitar 10 hektar, masih terdapat beberapa titik bara dan asap di sekitar lokasi.
Niko Rastagil, relawan Gunung Gede Pangrango, mengatakan puluhan relawan dan petugas dari BBTNGGP masih berusaha untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
"Di hari ketiga kemarin ada 10 titik api. Secara bertahap sudah berhasil dipadamkan. Di hari keempat ini ada sekitar empat titik lagi," kata dia, Senin (10/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, empat titik tersebut diduga tinggal berupa bara api yang ditandai dengan masih adanya kepulan asap. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan bara tersebut akan kembali menimbulkan kobaran api.
"Makanya kita akan cek ke sana. Apakah tersisa bara atau masih ada api. Meskipun bara, tetap harus segera ditangani. Karena kalau masuk siang dan cuaca terik disertai angin kencang, dikhawatirkan api kembali menyala," kata dia.
Dia menyebut jika saat ini masih ada 30 relawan, termasuk dari unsur TNI dan Polri yang berada di lokasi kebakaran untuk berusaha memadamkan api.
"Tidak hanya relawan. Dari TNI, Polri, Damkar, dan BPBD juga turut membantu proses pemadaman. Pagi ini juga ada sekitar 20 relawan lagi yang naik ke atas," kata dia.
Dia menambahkan, selama empat hari kebakaran, total luas lahan yang terbakar mencapai 10 hektar.
"Itu berdasarkan pengamatan hari ketiga, total luasan yang terbakar mencapai sekitar 10 hektar. Dan kemungkinan bertambah, karena masih ada titik bara dan asap hari ini," kata dia.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho, mangatakan Polres Cianjur beserta Brimob turut diterjunkan untuk membantu proses pemadaman kebakaran di kawasan Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango.
Bahkan petugas dibekali alat pemadam api ringan (APAR) untuk mempercepat proses pemadaman.
"Anggota yang dilengkapi APAR sudah terjunkan. Supaya proses pemadaman bisa maksimal," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, Polres Cianjur juga menyiapkan alat khusus untuk memadamkan api di Gunung Gede Pangrango.
"Kami siapkan alat khusus untuk proses pemadaman manual. Dengan alat ini diharapkan para relawan lebih mudah memadamkan api. Karena sebelumnya kami dapat informasi jika pemadaman hanya mengandallan ranting serta kain basah," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kebakaran lahan kembali terjadi di Gunung Gede Pangrango, Jumat (7/8/2026). Bahkan lebaran yang terjadi di dekat kawah aktif ini masih dalam proses pemadaman oleh puluhan relawan.
(yum/yum)
