Upaya pemadaman kebakaran lahan di kawasan Kawah Wadon, Gunung Gede Pangrango, masih terus berlangsung hingga Sabtu (8/8/2026). Memasuki hari kedua, kobaran api justru dilaporkan kian meluas akibat embusan angin kencang dan banyaknya vegetasi kering di lokasi.
Ketua Gede Pangrango Operation, Dudan Darmawan, mengonfirmasi bahwa api masih membakar area rerumputan dan pepohonan di sekitar kawah.
"Meskipun puluhan relawan sudah melakukan penanganan selama lebih dari 36 jam atau hampir dua hari dua malam tetapi api belum berhasil dipadamkan," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dudan, kondisi musim kemarau yang membuat tanaman mengering menjadi pemicu utama cepatnya perambatan api.
"Ditambah lagi dengan hembusan angin kencang. Jadi api cepat menjalar. Jadinya kebakaran makin meluas," kata dia.
Di sisi lain, Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Ade Bagja, menyatakan personel gabungan dari BBTNGGP dan relawan masih bekerja keras di lapangan. Selain faktor cuaca, medan yang berat menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam.
"Masih proses, kami juga terus menunggu kabar lebih lanjut apakah sudah berhasil dipadamkan atau tidak. Kendala pemadaman kali ini karena Medan yang sulit ditambah banyaknya pepohonan kering yang mudah terbakar," kata Ade.
Terkait pemicu kebakaran, pihak otoritas menduga kejadian ini disebabkan oleh faktor alam, mengingat minimnya jejak manusia di titik api.
"Dari informasi yang didapat, tidak ada aktivitas manusia di kawasan tersebut. Tapi untuk lebih pastinya kami masih dalami," lanjutnya.
Kebakaran di gunung api aktif ini pertama kali terdeteksi pada Jumat (7/8/2026). Hingga saat ini, puluhan personel masih disiagakan di lokasi untuk melokalisir api agar tidak merembet ke area hutan yang lebih luas.
(dir/dir)
