Sinyal Tubuh di Balik Dorongan Mengunyah Es Batu

Kabar Internasional

Sinyal Tubuh di Balik Dorongan Mengunyah Es Batu

Diah Afrilian - detikJabar
Senin, 10 Agu 2026 10:00 WIB
Tips Ampuh dari Bartender agar Es Batu dalam Minuman Tak Mudah Cair
Foto: Getty Images/dontree_m
Bandung -

Mengunyah es batu secara terus-menerus tidak selalu sekadar kebiasaan biasa. Di balik perilaku tersebut, bisa saja terdapat kondisi medis yang disebut pagophagia, yang kerap dikaitkan dengan kekurangan zat besi maupun gangguan kesehatan tertentu.

Sebagian orang menikmati sensasi dingin dan tekstur renyah es batu, terutama setelah menghabiskan minuman dingin. Karena itu, kebiasaan menggigit atau mengunyah es sering kali dianggap wajar.

Meski demikian, jika dorongan untuk mengunyah es muncul hampir setiap hari, berlangsung terus-menerus, dan sulit dihentikan, kondisi tersebut patut diwaspadai. Kebiasaan ini dapat menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip WebMD pada 19 Februari 2026, pagophagia merupakan salah satu bentuk gangguan makan yang ditandai dengan keinginan kuat untuk mengunyah atau mengonsumsi es batu secara berulang.

Sampai saat ini, penyebab pasti pagophagia masih menjadi bahan penelitian. Namun, sejumlah ahli menemukan adanya kaitan yang cukup erat antara kondisi tersebut dengan anemia defisiensi besi atau kekurangan zat besi.

ADVERTISEMENT

Berbagai studi juga mengungkapkan bahwa dorongan untuk mengunyah es batu dapat berangsur berkurang setelah kadar zat besi dalam tubuh kembali mencukupi. Oleh karena itu, dokter umumnya menyarankan pasien yang mengalami gejala pagophagia untuk menjalani pemeriksaan darah guna mengetahui kemungkinan adanya kekurangan zat besi.

Namun kekurangan zat besi bukan satu-satunya penyebab. Pagophagia juga dapat dikaitkan dengan mulut kering, kekurangan mineral tertentu, hingga beberapa gangguan kesehatan mental seperti gangguan obsesif kompulsif atau OCD.

Para peneliti menduga sensasi dingin dari es dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pada penderita anemia. Meski demikian, mekanisme pasti mengapa hal tersebut terjadi masih belum diketahui.

Kebiasaan mengunyah es secara terus-menerus juga dapat berdampak pada kesehatan gigi. Lapisan enamel bisa terkikis sehingga gigi menjadi lebih sensitif dan mudah rusak.

Pada sebagian orang, tekanan saat menggigit es bahkan dapat menyebabkan gigi retak. Tambalan gigi maupun kawat gigi juga berisiko mengalami kerusakan bila kebiasaan ini terus dilakukan.

Penanganan pagophagia bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika dipicu kekurangan zat besi, dokter umumnya akan memberikan suplemen serta menyarankan pola makan yang kaya akan zat besi.

Sesekali mengunyah es batu sebenarnya tidak selalu menandakan pagophagia. Namun jika kebiasaan itu berlangsung terus-menerus, sulit dihentikan, atau disertai keluhan lain, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Artikel ini telah tayang di detikFood

(dfl/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads