Kompetisi tahunan Florida Python Challenge 2026 kembali digelar sebagai upaya mengendalikan populasi ular piton Burma yang menginvasi Taman Nasional Everglades, Amerika Serikat. Pada ajang tahun ini, seorang pemburu berhasil menangkap 96 ekor piton Burma dan membawa pulang hadiah utama senilai USD 10.000 atau sekitar Rp179 juta.
Kompetisi tersebut berlangsung selama 10 hari dan mengajak para peserta berburu serta mematikan ular piton secara manusiawi di delapan lokasi yang telah ditentukan. Kegiatan ini menjadi bagian dari program konservasi untuk menekan penyebaran spesies invasif yang mengancam ekosistem Everglades.
Acara ini diselenggarakan oleh Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida (FWC), Distrik Pengelolaan Air Florida Selatan, National Park Service, serta sejumlah lembaga terkait lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Guardian, Florida Python Challenge 2026 diikuti 907 peserta yang berasal dari 30 negara bagian di Amerika Serikat, serta peserta dari Kanada dan Vietnam. Tom Rahill keluar sebagai pemenang setelah berhasil menangkap 96 ekor piton Burma yang seluruhnya ditemukan di kawasan Everglades.
Rahill berprofesi sebagai pemburu ular piton. Ia juga mendirikan organisasi SwampApes di Broward County yang mengajak para veteran perang penyintas PTSD untuk berburu ular piton di Florida.
"Saya masuk lebih jauh ke dalam Glades dan saya menemukan 96 ular," ujarnya.
Selama pelaksanaan kompetisi pada Juli 2026, para peserta berhasil menyingkirkan total 280 ekor piton Burma dari kawasan Everglades. Sebelum kompetisi dimulai, petugas juga telah membasmi sekitar 1.400 ekor piton sepanjang tahun ini.
Selain hadiah utama, penyelenggara juga memberikan sejumlah penghargaan lain. Salah satunya hadiah USD 1.000 untuk kategori piton terpanjang yang berhasil ditangkap. Tahun ini, penghargaan tersebut diraih Rahm Levinson setelah menangkap ular piton sepanjang sekitar lima meter.
Piton Burma merupakan satwa asli Asia Tenggara yang mulai ditemukan di Everglades pada dekade 1990-an. Kehadiran spesies ini mengganggu keseimbangan ekosistem karena memangsa berbagai satwa liar asli dan menguras sumber daya alam di kawasan tersebut.
Sebagai predator puncak, piton Burma sangat sulit dideteksi di alam liar. Kondisi itu membuat populasinya terus meningkat hingga diperkirakan mencapai puluhan ribu ekor.
Seekor piton betina mampu menghasilkan puluhan hingga sekitar 100 butir telur setiap tahun. Meski tidak semua anak ular bertahan hidup hingga dewasa, para ahli tetap mengkhawatirkan laju perkembangbiakan spesies ini yang lebih cepat dibanding kemampuan manusia untuk menangkapnya. Karena itu, Florida Python Challenge kini digelar pada musim menetas untuk meningkatkan jumlah tangkapan.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2017, kompetisi ini telah berhasil menyingkirkan lebih dari 1.600 ekor piton dari Everglades. Jika digabungkan dengan hasil penangkapan para kontraktor FWC yang berburu sepanjang tahun, jumlah piton yang berhasil dibasmi sejak 2017 telah melampaui 19.000 ekor.
Sarah Funck, koordinator program di FWC, menegaskan bahwa invasi piton di Florida tidak dapat diatasi dengan satu solusi instan. Namun, setiap ular yang berhasil disingkirkan tetap memberikan manfaat bagi kelestarian satwa liar asli Florida.
Baca berita selengkapnya di detikINET.
(fyk/sud)
