Bukan Dihisap, Ini Cara yang Tepat Saat Digigit Ular

Bukan Dihisap, Ini Cara yang Tepat Saat Digigit Ular

Femi Diah - detikJabar
Jumat, 07 Agu 2026 12:00 WIB
Cobra show dancing
Ilustrasi gigitan ular (Foto: Getty Images/iStockphoto/Mantaroski)
Bandung -

Apa yang anda lakukan bila digigit ular? Sebagian orang mungkin akan mengisap luka atau menyayat bagian tubuh yang tergigit. Dokter spesialis emergensi dan toksinologi Dr. dr. Tri Maharani M.Si., Sp.Em., Sub.Sp.Tok(K), mengingatkan cara yang tepat bika digigit ular.

Menurut Maha, sapaan karib Tri Maharani, tindakan itu memang selama ini dipercaya masyarakat ketika digigit ular, tetapi ternyata cara-cara tersebut berpotensi memperburuk kondisi korban.

"Jangan disedot, jangan disayat, jangan dikeluarkan darahnya. Karena bisa ular itu masuk melalui sistem getah bening, bukan lewat pembuluh darah," kata Maha kepada detikTravel, Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan racun ular akan menyebar melalui sistem limfatik atau getah bening. Karena itu, tindakan seperti mengisap luka atau mengeluarkan darah tidak akan menghilangkan racun dari dalam tubuh.

Sebaliknya, gerakan yang berlebihan justru dapat mempercepat penyebaran racun ke bagian tubuh lainnya.

ADVERTISEMENT

Anggap Semua Ular Berbahaya

Banyak wisatawan mencoba mengidentifikasi apakah ular yang menggigit berbisa atau tidak sebelum mencari pertolongan. Menurut Maha cara berpikir seperti itu justru berbahaya.

Dia menyebut Indonesia memiliki ratusan spesies ular sehingga hampir mustahil masyarakat awam dapat mengenali semuanya.

"Indonesia punya sekitar 300 jenis ular yang tidak berbisa dan sekitar 180 jenis ular berbisa. Kita tidak mungkin mempelajarinya satu per satu," kata dia.

Karena itu, dia menyarankan setiap kasus gigitan ular diperlakukan sebagai kondisi darurat.

"Anggap saja semua ular berbisa. Yang paling penting adalah segera melakukan pertolongan pertama dan menuju fasilitas kesehatan," katanya.

Menurut Maha, langkah pertolongan pertama yang paling dianjurkan adalah melakukan imobilisasi, yaitu membatasi pergerakan anggota tubuh yang tergigit agar racun tidak cepat menyebar.

Bagian tubuh yang terkena gigitan sebaiknya dipertahankan tetap diam dan, bila memungkinkan, dipasang bidai sederhana sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan.

"First aid yang benar adalah imobilisasi, kemudian segera ke fasilitas kesehatan," ujar Maha.

Dia juga mengingatkan korban untuk tidak berlari atau berjalan terlalu jauh setelah digigit ular karena aktivitas otot dapat mempercepat penyebaran racun.

Jangan Melawan Ular

Maha juga mengingatkan agar wisatawan tidak mencoba menangkap, memukul, atau mendekati ular yang ditemui selama perjalanan. Menurutnya, sebagian besar ular menggigit karena merasa terancam.

"Jangan konfrontasi dengan ular. Ular itu menggigit untuk mempertahankan dirinya ketika merasa terancam," kata dia.

"Jika menemukan ular di jalur pendakian atau lokasi wisata, langkah paling aman adalah menjaga jarak dan memberi ruang agar satwa tersebut pergi dengan sendirinya," dia menegaskan.

Artikel ini telah tayang di detikTravel

(fem/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads