Cianjur Ajukan Pinjaman Rp 150 Miliar untuk Infrastruktur

Cianjur Ajukan Pinjaman Rp 150 Miliar untuk Infrastruktur

Ikbal Selamet - detikJabar
Rabu, 05 Agu 2026 20:00 WIB
Bupati Cianjur dr Muhammad Wahyu
Bupati Cianjur dr Muhammad Wahyu (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 150 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, menyatakan langkah ini diambil sebagai strategi menghadapi inflasi dan kenaikan harga bahan baku konstruksi.

Wahyu menjelaskan bahwa proses pengajuan pinjaman dimulai tahun ini untuk dialokasikan pada tahun anggaran 2027 mendatang.

"Pinjamannya untuk tahun depan, tapi prosesnya dilakukan mulai tahun ini," ujar dia, Rabu (5/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana segar tersebut rencananya akan difokuskan pada perbaikan akses publik, mulai dari pembangunan jalan, rehabilitasi gedung sekolah yang rusak, hingga pembangunan jembatan.

ADVERTISEMENT

"Semuanya untuk infrastruktur, utamanya untuk pembangunan jalan rusak," kata dia.

Menurut Wahyu, kebijakan meminjam dana ini bukan disebabkan oleh efisiensi anggaran, melainkan upaya taktis agar volume pembangunan tidak berkurang akibat lonjakan harga material di masa depan. Ia menilai menunda pembangunan hanya akan menambah beban biaya karena nilai mata uang yang terus tergerus inflasi.

"Kami lakukan (peminjaman) karena mengingat bahwa tingkat inflasi hampir selalu terjadi setiap tahunnya. Rp 100 juta sekarang itu berbeda nilainya dengan 100 juta tahun depan. Sehingga misalnya Rp 100 juta sekarang bisa memenuhi 1 km jalan, tapi tahun 2028 pasti lebih sedikit lagi, tahun 2029 lebih sedikit lagi. Makanya meminjam untuk percepatan pembangunan dan tidak terdampak inflasi," kata dia.

Pemerintah Kabupaten Cianjur menjalin kerja sama dengan Bank BJB untuk pinjaman ini dengan tenor selama dua tahun. Wahyu menargetkan kewajiban tersebut rampung sebelum masa jabatannya berakhir.

"Jadi nanti di akhir masa jabatan, peminjaman sudah selesai dilunasi. Pembangunan infrastruktur selesai," kata dia.

Ia juga menjamin bahwa skema cicilan pinjaman ini telah diperhitungkan secara matang sehingga tidak akan mengganggu stabilitas pos anggaran lainnya, terutama sektor pelayanan dasar.

"Program lain di bidang pendidikan, kesehatan, atau yang lainnya tetap berjalan, tidak terganggu," pungkasnya.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads