Kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi menyelimuti langit Kampung Sambong PLN, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa (4/8/2026) malam. Sebuah gudang rongsokan hangus dilalap si jago merah, memicu kepanikan warga sekitar yang berhamburan keluar rumah.
Insiden berawal sekitar pukul 17.40 WIB. Material yang didominasi sampah mudah terbakar seperti plastik dan kardus membuat kobaran api melahap habis bangunan gudang dalam hitungan menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya gudang rongsokan, kebanyakan isinya barang yang mudah terbakar seperti kardus, barang plastik, dan barang rongsok lainnya," ungkap Ajeng Mutiara (23), warga di lokasi kejadian.
Dahsyatnya kobaran api terlihat dari radius cukup jauh, menyita perhatian pengguna jalan dan warga luar kecamatan.
Ilyas M. Kahendra, warga Selaawi Paseh, Kecamatan Cihideung, mengaku sengaja mendatangi lokasi karena melihat membumbungnya asap tebal selepas azan Magrib.
Lantaran lokasi kebakaran berdampingan dengan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), PLN mengambil langkah sigap memadamkan aliran listrik di kawasan tersebut guna menghindari risiko gangguan transmisi fatal skala regional sekaligus menjaga keselamatan petugas di lapangan.
Kepala BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, membenarkan bahwa penanganan darurat langsung dilakukan bersama pihak PLN.
"Mudah-mudahan tidak ada hal yang pengaruh lain, karena listrik ini suplay untuk wilayah Jawa Barat. Tadi juga PLN sudah memeriksa," jelas Budi.
Sebanyak tujuh unit armada dan sekitar 30 personel gabungan dikerahkan untuk menjinakkan api. Setelah berjibaku dua jam lebih, si jago merah akhirnya berhasil dikuasai.
Dua petugas pemadam kebakaran sempat mendapat perawatan medis darurat di tempat. "Satu sesak nafas karena kepulan asap dan kelelahan, satunya lagi terluka terkena pecahan kaca," kata Budi.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dari warga sekitar. Meski penyebab pasti masih diselidiki Polres Tasikmalaya Kota, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik.
"Alhamdulillah, kejadian hari ini dapat ditangani. Kurang lebih ada 30 personel petugas gabungan dan sekarang pendinginan. Tidak ada korban jiwa, memang ada atap yang ambruk dan mobil di gudang yang terbakar. Untuk kerugian material masih dihitung, belum bisa kami pastikan," tutup Budi.
Hingga pukul 21.00 WIB, petugas masih terus melakukan proses pendinginan di area puing bangunan, dikawal ketat oleh personel kepolisian.
(iqk/iqk)
