Kesal, ekspresi wajah itu ditujukan Nurul usai melintasi Persimpangan Gedebage dari arah Gedebage Selatan menuju ke Jalan Rumah Sakit, Ujungberung, Kota Bandung. Suasana hati di pagi harinya, dirusak oleh ulah pemotor yang melawan arus di jalan tersebut.
Perempuan berusia 26, asal Rancasari ini mengaku jengah dengan kelakuan para pengendara yang tidak taat aturan di mana saat lampu hijau menyala dan pengendara dari arah Jalan Gedebage Selatan ke Jalan Rumah Sakit, tiba-tiba di arah berlawanan datang gerombolan pemotor yang melanggar lalu lintas.
Pemotor itu mencuri jalan dengan masuk ke jalur orang lain dan di saat pergantian lampu merah ke lampu hijau di arah Jalan Gedebage Selatan, pemotor dari arah Jalan Rumah Sakit itu menerobos dan langsung masuk ke jalur yang mengarah ke Buahbatu.
Kepada detikJabar, Nurul mengatakan, jika pemandangan tersebut terjadi setiap hari dan terjadi di pagi hari.
"Mereka egois, membahayakan pengendara lain. Mending kalau mereka aja yang celaka, gimana kalau merugikan orang lain, gak mikir pengendara seperti itu," katanya dengan nada menggerutu, Selasa (4/6/2026).
Nurul mengaku heran kepada pengendara yang nekat terobos arus lalu lintas. Dia tidak pernah membayangkan jika pengendara yang tidak taat aturan itu tertabrak kendaraan lain.
"Sama truk atau bus mereka gak akan kelihatan, gimana kalau ketabrak, kan gak mikir ya. Ayolah tertib dong," tegas Nurul.
Nurul juga soroti soal tilang elektronik dan CCTV yang bisa bersuara tidak ada di lampu merah Gedebage.
"Biar kapok harus ditilang, biar jadi perhatian bersama, biar mereka takut kalau gak taat berlalu lintas," ujarnya.
"Di sini juga sepertinya tidak ada CCTV bersuara seperti di Dago. Ayo Dishub Kota Bandung, di sini juga harus ada dong, biar mereka pada malu," tambahnya.
Keluhan serupa juga dikatakan oleh Farhan (29), warga Bojongsoang itu juga mengeluhkan dengan kelakuan para pelanggar lalu lintas di jalan itu.
"Mereka pada mentingin diri sendiri, memangnya mereka saja yang pinya urusan, kita juga sama," ujar Farhan.
Farhan ingin, para pelanggar di jalan itu diberi hukuman yang cukup berat. "Sekali-kali hukumannya dibekukan SIM-nya, biar kapok saja, kesal juga saya," ujar Farhan.
"Terus juga balik lagi kepada SDM, kalau SDM-nya gerasak grusuk di jalan, itu harus diubah pola pikirnya," pungkasnya.
(wip/yum)