Seorang wanita bernama Lia Apipah Iskandar (27) dikabarkan hilang sejak Selasa 7 Juli 2026 lalu. Memasuki hari ke 27, keluarga masih menanti dan turut melakukan pencarian bersama aparat kepolisian.
Wanita yang merupakan seorang ibu rumah tangga itu berasal dari Desa Nanjungmekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kemudian saat ini keluarga masih mengkhawatirkan kondisi wanita tersebut yang belum kembali pulang.
Suami Lia, Resa Mulyana (26) mengatakan, keduanya sempat terlibat perdebatan serius saat Minggu 5 Juli 2026 lalu. Kata dia, adanya perdebatan tersebut membuat istrinya memilih untuk pergi ke kontrakan orang tuanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus waktu itu sudah enggak kondusif, lalu dia itu pergi ke kontrakan orang tuanya. Kebetulan kontrakan orang tuanya itu masih bersebalahan dengan kontrakan saya, kehalang satu bangunan," ujar Resa saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Pihaknya mengaku setelah itu mencoba kembali membujuk istrinya untuk kembali ke rumah, Senin 6 Juli 2026. Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil dan istrinya masih berada di kontrakan orang tuanya.
"Nah, pas tanggal 7 (Juli) saya mau berangkat ngojeg, jam 9 kok sudah enggak ada di kontrakan orang tuanya. Nah, waktu itu posisinya ibu mertua saya ada urusan dulu di Tasik. Sedangkan bapak mertua itu lagi kerja, nanti setelah kerja katanya nyusul sama istri saya ke Tasik sorenya itu," katanya.
Resa menyebutkan saat itu dirinya masih berprasangka baik dan mengira istrinya tengah bermain di rumah temannya atau tengah berada di pasar. Setelah itu dirinya pulang ngojeg dan masih belum melihat istrinya saat sore hari.
"Pas saya tunggu sampai sore sama bapak mertua saya, kok engga ada terus. Terus saya bilang ke bapak mertua buat duluan aja ke Tasik, siapa tahu istri saya sudah duluan ke sana. Tahunya, ternyata sampai sekarang menghilang, engga ada kabar," jelasnya.
Dia menjelaskan telah berupaya melakukan pencarian terhadap istrinya tersebut. Kemudian dirinya mencari informasi dari tetangga barangkali ada yang melihat saat istrinya pergi dari kontrakan orang tuanya.
"Saya juga upaya sama semua keluarga cari. Tapi kalau, CCTV mah di sini enggak ada. Saya mencoba ke KAI Kiaracondong, siapa tahu kan lewat kereta, enggak ada. Terus orang tua nanya-nanya ke saudara juga enggak ada. Ini masih belum ada titik terang," ucapnya.
Setelah itu dirinya memutuskan untuk membuat laporan kehilangan ke Polsek Rancaekek pada Kamis 9 Juli 2026 lalu. Menurutnya hingga saat ini istrinya tersebut masih belum ditemukan.
"Sudah lapor di Polsek Rancaekek. Saya juga terakhir nanya polisi juga belum ada kabar gitu. Tapi, terakhir ada temen yang ngasih tahu kemarin malem, katanya IG-nya aktif. Dia muterin lagi gitu, kan kalau di IG ada fitur itu di profilnya, cuman keberadaannya ya enggak tahu. Saya coba chat di IG-nya enggak dijawab. Saya juga malah tambah khawatir," bebernya.
Dia mengungkapkan kendala saat ini adalah nomer telepon dari istrinya tersebut sudah tidak aktif. Makanya saat ini keluarganya masih cemas dan masih berupaya melakukan pencarian.
"Nomor telepon ada dua, cuman udah mati. Saya coba telepon WA enggak bisa, kata di 'WA-nya juga nomor ini sudah dihapus'. Terus ditelepon biasa juga emang udah enggak aktif. Kayaknya mah dicabut, kartu simcard nya dicopotin," kata Resa.
Menurutnya, sang istrinya tersebut pergi turut membawa barang pribadinya. Diantaranya, dua telepon genggam, tas milik adiknya, kartu keluarga (KK), buku nikah, dan perhiasan emas.
"Kalau ciri-ciri rambutnya hitam cokelat, rambut lurus. Terus kedua, ada bekas luka di dagunya. Kulitnya warna putih," ungkapnya.
Resa berharap istrinya bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Pasalnya saat ini keluarga khawatir marak kejadian kehilangan anggota keluarga dan berakhir dengan informasi yang tidak diinginkan.
"Kami keluarga mah ingin segera cepat ditemukan keberadaan istri saya, kami sekeluarga khawatir. Soalnya saya takutnya kayak kejadian Taufik (pelaku penyekapan penganiayaan) gitu geuningan. Saya jadi trauma, takutnya disekap atau apa lah. Terus sekarang di Bandung banyak begal. Saya jadi khawatir," ucap Resa.
Sementara itu, Kapolsek Rancaekek Kompol Deny Sunjaya mengungkapkan saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait adanya laporan tersebut. Kemudian petugas masih berupaya melakukan pencarian.
"Belum ada (perkembangan), kami berupaya melakukan pencarian," pungkasnya.
(sud/sud)
