Autoimun Mengintai Generasi Muda, Stres Jadi Salah Satu Pemicu

Autoimun Mengintai Generasi Muda, Stres Jadi Salah Satu Pemicu

detikHealth - detikJabar
Minggu, 02 Agu 2026 16:00 WIB
closeup woman suffering from hand and finger pain can be use for knuckle , joint pain and gout concept
Ilustrasi Jenis Penyakit Autoimun. Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur
Jakarta -

Penyakit autoimun kini tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut. Generasi muda juga menghadapi risiko gangguan sistem kekebalan tubuh ini. Selain faktor genetik, stres kronis menjadi salah satu pemicu yang dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit autoimun.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi dan imunologi, Steven Sumantri menjelaskan bahwa sistem kekebalan tubuh yang menyerang organ sendiri sering kali berkaitan dengan paparan stres kronis yang tidak tertangani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada saat kita punya stres kronik, tubuh kita cenderung meradang. Saat kita punya banyak pikiran, jadi sulit tidur, peradangan di dalam tubuh cenderung meningkat. Adrenalin dan hormon kortisol itu meningkat, menimbulkan inflamasi lebih lanjut," terang Steven dalam perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Bagaimana Stres Memengaruhi Sistem Kekebalan Tubuh?

Stres dan penyakit autoimun memiliki hubungan yang saling memengaruhi. Stres berkepanjangan dapat memicu munculnya penyakit autoimun. Sebaliknya, penyakit tersebut juga dapat meningkatkan tekanan psikologis yang dialami penderitanya.

ADVERTISEMENT

Data dari Global Autoimmune Institute menunjukkan hingga 80 persen pasien mengaku mengalami peristiwa stres emosional yang tidak biasa sebelum penyakit autoimun pertama kali terdiagnosis.

Temuan itu juga didukung studi berskala besar yang melibatkan lebih dari 100.000 orang dengan gangguan terkait stres. Hasil penelitian menunjukkan kelompok tersebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit autoimun, bahkan berpotensi menderita lebih dari satu jenis autoimun dibandingkan orang yang tidak mengalami stres berat.

Usia 20-40 Tahun Menjadi Kelompok Paling Rentan

Peradangan akibat stres yang berlangsung terus-menerus dapat merusak fungsi berbagai organ tubuh secara permanen. Menurut dr. Steven, jumlah penderita autoimun di dunia saat ini diperkirakan mencapai satu dari setiap 10 orang.

Kelompok usia 20 hingga 40 tahun menjadi periode paling rentan mengalami penyakit ini. Padahal, rentang usia tersebut merupakan masa paling produktif dalam kehidupan seseorang. Kerusakan organ akibat serangan autoimun tidak hanya menimbulkan gangguan kesehatan yang serius, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kematian apabila tidak segera ditangani.

Daftar Penyakit Autoimun yang Dipengaruhi Stres

Stres tidak hanya berperan sebagai pemicu awal, tetapi juga dapat memperburuk kondisi penyakit autoimun yang sudah ada. Berikut beberapa penyakit autoimun yang memiliki kaitan erat dengan faktor stres:

  • Lupus (Systemic Lupus Erythematosus/SLE): Stres dapat memicu kekambuhan (flare) yang memperparah nyeri, ruam kulit, dan gangguan tidur.
  • Artritis Reumatoid (Rheumatoid Arthritis/RA): Respons stres meningkatkan peradangan pada sendi sehingga rasa nyeri dan kaku menjadi lebih berat.
  • Multiple Sclerosis (MS): Sekitar 80 persen penderita dilaporkan mengalami stres berat sebelum penyakit menyerang sistem saraf pusat.
  • Psoriasis: Stres dapat memicu rasa gatal yang lebih berat serta mempercepat pembentukan sel kulit sehingga kulit menjadi bersisik.
  • Inflammatory Bowel Disease (IBD): Penyakit radang usus, termasuk Crohn's disease, sangat sensitif terhadap stres emosional yang dapat memicu kekambuhan.
  • Graves' Disease dan autoimun tiroid: Hormon stres dapat mengganggu fungsi kelenjar tiroid sehingga meningkatkan risiko terjadinya hipertiroidisme.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini.

(kna/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads