Maut di Langit Nazca: Pesawat Wisata Jatuh, 13 Orang Tewas

Kabar Internasional

Maut di Langit Nazca: Pesawat Wisata Jatuh, 13 Orang Tewas

detikNews - detikJabar
Minggu, 02 Agu 2026 15:00 WIB
Seorang ilmuwan penerbangan mendokumentasikan kondisi awan sebagai bahan laporan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM BNPB di sekitar wilayah udara pesisir utara Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu (2/11/2025). Hingga hari kesembilan atau per Minggu (2/11) penerbangan kedua, BNPB bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghabiskan sebanyak 31 ton NaCl dan 14 ton CaO untuk OMC Jateng dalam rangka penanganan dan mitigasi bencana hidrometeorologi basah di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Aji Styawan/rwa.
Ilustrasi pesawat Cessna. Foto: ANTARA FOTO/AJI STYAWAN
Jakarta -

Sebuah pesawat wisata kecil jatuh di dekat situs arkeologi Garis Nazca, Peru bagian selatan, pada Sabtu (1/8/2026). Kecelakaan tersebut menewaskan seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 13 orang.

Dilansir Reuters, Minggu (2/8/2026), Kementerian Transportasi dan Komunikasi Peru menyatakan pesawat itu mengangkut 11 wisatawan asing yang berasal dari Jerman, Italia, dan Spanyol, serta dua awak pesawat.

Kementerian menjelaskan pesawat jatuh di wilayah Socos, sekitar 6 kilometer dari Kota Nazca dan sekitar 19 kilometer dari kawasan Garis Nazca.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan Cessna Caravan C-208 milik maskapai lokal Peru, Aerodiana. Pesawat lepas landas dari Bandara Pisco sekitar pukul 12.10 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Sekitar pukul 13.00 waktu setempat, awak pesawat melaporkan situasi darurat kepada menara pengawas di Bandara Nazca. Setelah laporan tersebut, seluruh komunikasi radio dengan pesawat terputus, menurut pernyataan Kementerian Transportasi Peru.

Pesawat kemudian jatuh dan terbakar. Kondisi itu membuat proses penyelamatan tidak dapat dilakukan, sebagaimana dilaporkan penyiar Peru, RPP. Petugas pemadam kebakaran bersama kepolisian setempat langsung menuju lokasi untuk memadamkan api dan melakukan upaya penanganan awal.

Sejumlah rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan puing-puing pesawat yang masih mengeluarkan asap di kawasan dataran kering. Namun, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi keaslian rekaman tersebut secara independen.

Hingga kini, penyebab kecelakaan masih belum diketahui. Pemerintah Peru menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut.

Aerodiana mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka "akan menilai jadwal penerbangannya sesuai dengan arahan dari otoritas terkait."

Garis Nazca merupakan salah satu destinasi wisata paling terkenal di Peru. Situs ini menampilkan gambar-gambar raksasa dan pola geometris yang terukir di dataran gurun serta menarik sekitar 100.000 wisatawan setiap tahun. Sebagian besar pengunjung menikmati pemandangan Garis Nazca melalui penerbangan wisata dengan pesawat kecil.

Sebelumnya, penerbangan wisata yang melintasi Garis Nazca dari Bandara Maria Reiche sempat dihentikan pada Jumat karena kecepatan angin melebihi 40 kilometer per jam. Kondisi tersebut memicu debu beterbangan dan mengurangi jarak pandang di kawasan tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(rdp/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads