Saat Nyawa Istri Melayang demi Uang Rp10 Miliar

Kabar Internasional

Saat Nyawa Istri Melayang demi Uang Rp10 Miliar

Vina Oktiani - detikJabar
Sabtu, 01 Agu 2026 21:30 WIB
The dead womans body. Focus on hand
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Kepercayaan adalah fondasi paling sakral dalam rumah tangga, terutama soal finansial. Namun, bagi Bernadette Vander Meer, kepercayaan itu justru menjadi pintu masuk menuju tragedi memilukan. Ia diduga menjadi korban manipulasi sang suami, David Vander Meer, dalam sebuah skandal yang baru terungkap bertahun-tahun kemudian.

Dikutip Wolipop dari People, Bernadette adalah definisi perempuan pekerja keras. Memulai karier sebagai aktris di MGM Grand Las Vegas, ia kemudian banting tulang sebagai pramusaji koktail di Hotel & Casino New York-New York. Setelah bertahun-tahun bekerja tanpa lelah, ia akhirnya berhasil mendapatkan jadwal kerja siang-sebuah posisi prestisius dengan penghasilan dan uang tip yang jauh lebih menggiurkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ironisnya, kerja keras itu tak pernah ia nikmati sendiri. Sang ibu, Laura Gudenkauf, mengungkap fakta pahit: seluruh gaji dan uang tip Bernadette wajib diserahkan kepada David. Sang suami memegang kendali penuh atas setiap sen yang masuk. Bahkan, untuk sekadar membeli secangkir kopi atau seragam kerja baru, Bernadette harus "mengemis" izin dari suaminya.

Belakangan, tabir gelap itu tersingkap. Uang hasil keringat Bernadette diduga kuat digunakan David untuk membiayai kehidupan rahasianya dengan seorang remaja SMA. David tak segan menghamburkan uang untuk menyewa kamar hotel, membelikan ponsel khusus demi menyembunyikan perselingkuhan, hingga membayar sewa apartemen saat selingkuhannya itu pindah rumah.

ADVERTISEMENT

Tak hanya royal pada selingkuhan, David juga terobsesi dengan gaya hidup mewah. Meski hanya berstatus pendeta muda dengan gaji sekitar US$38 ribu atau setara Rp 684 juta per tahun, ia gemar mengoleksi gitar mahal. Bahkan, beberapa bulan sebelum istrinya tiada, David nekat memboyong mobil SUV baru dengan cicilan selangit.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan Bernadette yang hidup dalam tekanan. Rekan kerjanya melihat perubahan drastis; Bernadette berhenti melakukan perawatan kuku dan enggan membeli seragam baru. Ia mengaku takut dimarahi suaminya jika dianggap terlalu boros, padahal uang tersebut adalah hasil jerih payahnya sendiri.

Dugaan motif ekonomi semakin menguat saat penyidik menemukan fakta bahwa pada November 2005, David menaikkan nilai polis asuransi jiwa mereka. Nilainya fantastis, mencapai US$550 ribu atau sekitar Rp 9,9 miliar per orang. Sebuah angka yang seolah menjadi "harga" bagi nyawa seseorang.

Tepat pada 22 Agustus 2006, hanya beberapa bulan setelah polis asuransi itu berubah, Bernadette ditemukan tewas setelah terjatuh dari Angels Landing di Zion National Park. Kala itu, dunia percaya bahwa kematiannya murni kecelakaan tragis di tengah pendakian.

Pasca-kematian istrinya, David langsung mencairkan klaim asuransi senilai lebih dari US$567 ribu atau sekitar Rp 10,2 miliar. Uang "darah" itu ia gunakan untuk memanjakan selingkuhannya: membeli mobil, liburan mewah, hingga membelikan sebuah rumah. Keduanya kemudian menikah pada 2008, tak lama setelah David dipecat dari posisinya sebagai pendeta karena dugaan perilaku tidak pantas terhadap anak di bawah umur.

Namun, sepandai-pandainya bangkai disimpan, baunya akan tercium juga. Kasus ini dibuka kembali setelah muncul kejanggalan dan kesaksian baru, termasuk dari mantan istri kedua David. Kesaksian itulah yang menjadi kunci pembuka kotak pandora yang selama ini terkunci rapat.

Pada 22 Juni, David akhirnya ditangkap dan didakwa atas dugaan pembunuhan terhadap Bernadette. Namun, keadilan di ruang sidang tak pernah terjadi. Tiga hari mendekam di balik jeruji besi, David ditemukan tewas di dalam selnya akibat luka yang diduga ia buat sendiri.

Bagi keluarga Bernadette, kematian David mungkin menghentikan proses hukum, namun luka di hati tak akan pernah benar-benar sembuh. Sang ibu meyakini bahwa David memilih mengakhiri hidup karena tak sanggup menghadapi kenyataan bahwa topengnya telah hancur di depan hukum.

Artikel ini telah tayang di Wolipop

(vio/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads